PPKM Darurat, Restoran di Lippo Plaza Batu Hanya Laku 1 Transaksi dalam 4 Jam

  • Bagikan
Suasana mal Lippo Plaza di Kota Batu yang sepi, Minggu (4/7/2021) karena tutup akibat PPKM Darurat. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Suasana mal Lippo Plaza di Kota Batu yang sepi, Minggu (4/7/2021) karena tutup akibat PPKM Darurat. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Penutupan pusat perbelanjaan atau mal menjadi salah satu poin penerapan kebijakan PPKM Darurat. Tentu kebijakan itu berdampak pada restoran yang masih diperbolehkan beroperasi di dalam mal.

Di hari kedua penerapan PPKM Darurat, Lippo Plaza Kota Batu tampak sepi pengunjung. Semua gerai ditutup kecuali supermarket dan gerai makanan atau restoran.

Saat ditemui, dua orang karyawan tampak sedang membersihkan dapur restoran. Salah satu di antaranya mengatakan, mereka lebih sering nganggur dan sesekali hanya membersihkan perlengkapan restoran saat PPKM Darurat diberlakukan.

Baca Juga: Lowongan Kemenperin, Buruan Daftar Buka 786 Formasi CPNS – Kliktimes.com

Baca Juga: Diaspora Diduga Tipu Ratusan WNI, Kerugian Mencapai Ratusan Miliar – Javasatu.com

“Kami buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Sudah empat jam ini, baru laku satu transaksi,” ujar Yusuf Novrianto, salah satu karyawan restoran di Lippo Plaza Batu, Minggu (4/7/2021).

Menurutnya, PPKM Darurat tak perlu sampai menutup pusat perbelanjaan atau mal. Hal itu dirasa karena penerapan protokol kesehatan di dalam mal sudah sangat sesuai dengan aturan.

Disebutkan, protokol kesehatan mulai masuk pintu masuk mal hingga memasuki tiap-tiap gerai telah dilengkapi fasilitas protokol kesehatan yang diterapkan dengan ketat.

“Dari segi omzet tentu berdampak, karena kita harus hanya melayani take away saja. Sedangkan di resto kami biasanya banyak pembelian langsung, karena di sini makanan hot plate jadi lebih enak makan di sini,” paparnya.

Dari berbagai kebijakan penanganan pandemi yang terus berubah ubah, dia berharap Covid-19 segera berlalu. Sehingga masyarakat bisa bekerja dengan tenang dan nyaman.

“Kondisi seperti ini mau cari kerja di mana-mana juga susah, jadi mau gak mau ya dijalanin saja. Kami tetap buka ini sebenarnya percobaan saja. Kalau nanti hasilnya gak sesuai target ya tutup saja. Dari pada buka tapi malah merugi,” ungkapnya.

  • Bagikan