• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petugas Satpol PP Kota Malang tengah melakukan penyegelan terhadap salah satu kafe akibat bandel tetap beroperasional di luar jam ketentuan PPKM, Jumat (15/01/2021). (Foto : Azmy)

Petugas Satpol PP Kota Malang tengah melakukan penyegelan terhadap salah satu kafe akibat bandel tetap beroperasional di luar jam ketentuan PPKM, Jumat (15/01/2021). (Foto : Azmy)

PPKM Tak Efektif, Epidemiolog: Disiplin Masyarakat Rendah, Testing dan Tracing Lemah

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Upaya pemerintah untuk menekan angka penularan virus corona atau COVID-19 dengan cara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) di Jawa-Bali dinilai masih tidak efektif. Hal tersebut ditengarai lantaran banyaknya masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan dan juga upaya pemerintah yang masih rendah. Utamanya di bidang testing dan tracing.

Hal tersebut disampaikan oleh Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo. Bahkan, ia menyatakan bahwa PPKM yang dijadwalkan dari 11-25 Februari itu tidak efektif seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

“Nggak efektif. Bandingkan dengan PSBB dulu. Surabaya Raya dan Malang Raya waktu PSBB itu cukup ketat, artinya aktivitas yang non esensial nggak boleh jalan. Yang boleh jalan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, kesehatan, dan lain-lain,” kata dr Windhu ketika dihubungi Basra, partner Tugu Jatim, Kamis (21/1/2021).

Sebagai informasi, melansir data dari lama http://www.infocovid19.jatimprov.go.id/, per tanggal 20 Januari 2021, angka kasus COVID-19 di Jawa Timur bertambah 955 orang. Total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Jatim ada 102.152 kasus.

Menurutnya, PKKM yang berlaku kali ini lebih longgar lantaran kegiatan non esensial tetap boleh jalan meskipun ada batasan.

Selain itu, ia mengungkapkan jika pembatasan bernama PPKM ini substansinya nyaris tidak sama dengan namanya.

“Jadi yang dulu lebih ketat saja kurang efektif hanya ngerem sedikit apalagi sekarang. Sekarang tertutup dengan berita vaksin, jadi orang nggak ngereken (menghiraukan). Dulu juga sweeping masih ketat, sekarang hanya sesekali. Kita ini hanya pasang nama aja, kalau sudah melakukan pembatasan tapi substansinya nyaris tidak sama dengan namanya,” ungkapnya.

Masyarakat Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Ia menuturkan, bertambahnya angka kasus COVID-19 di Jatim juga dipengaruhi oleh tingkat kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan yang mulai melorot.

“Pakai masker, jaga jarak juga kan melorot. Dulu masih lumayan 75 persen, sekarang hanya 50 persen masyarakat yang masih disiplin prokes,” lanjut Epidemiolog Unair tersebut.

Untuk itu, ia mengimbau pemerintah untuk melakukan pembatasan pergerakan keluar masuk masyarakat. Karena menurutnya, virus itu hanya mungkin bisa kita putus rantai penularannya kalau ada pembatasan pergerakan betul dan pembatasan interaksi.

“Jangan hanya nama aja, kalau nggak sungguh-sungguh lebih baik nggak ada PSBB atau PPKM. Yang lebih penting cari kasus sebanyak mungkin itu tugas pemerintah. Testing dan tracing kita sekarang lemah. Sehingga kasus di bawah permukaan nular terus,” pungkasnya. (Amm/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya

Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021

Tags: corona viruscovid-19Kota SurabayaPPKMPPKM jawa balipsbbSurabayaUnairUniversitas Airlanggavirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Suasana anak-anak ketika bermain di Kampoeng Dolanan Surabaya yang terletak di pinggir rel kereta api. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim) Kampoeng dolanan tugu jatim

Komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya: Kala Permainan Tradisional Dipadu dengan Pendidikan Moral

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID