• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Foto: Dokumen)

PPKM Turun Level 2, Pelaku Usaha Kreatif Kota Kediri Kembali Bergeliat

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – PPKM turun level, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar pun membuat kebijakan dengan memperbolehkan beberapa sektor usaha non esensial kembali beroperasi. Terkait kebijakan itu, para pelaku usaha di Kota Kediri ini menyambutnya dengan antusias.

Abdullah Abu Bakar menyampaikan, Kota Kediri punya banyak pelaku usaha di industri kreatif. Hal ini, dia mengatakan, sangat baik untuk peningkatan perekonomian Kota Kediri. Dengan berada di PPKM Level 2, geliat industri kreatif bisa mendorong iklim investasi di Kota Kediri.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

“Kami punya banyak entrepreneur muda yang memiliki usaha di bidang industri kreatif. Mulai landainya kasus Covid-19 di Kota Kediri, tentu memberi angin segar untuk mereka agar berkembang. Namun, pandemi juga memberikan pelajaran untuk cepat berinovasi dan beradaptasi dengan era new normal,” ujar Mas Abu, sapaan akrabnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha kreatif yang menyambut baik kebijakan ini adalah pemilik Wish Hair Studio Yogo Prakoso. Dia mengaku dengan diberlakukannya PPKM, usaha barbershop-nya sempat terdampak. Namun, dia segera berinovasi untuk menciptakan perubahan. Selain menyediakan jasa potong rambut di studionya, dia juga memiliki produk lain yang bisa menyokong pemasukan usahanya yang dimulai sejak 2018.

“Selain barbershop, kami juga menyediakan merchandise, produk grooming, dan jasa tata rambut pernikahan untuk mempelai pria. Sempat ada pesanan dari Bali, tapi harus ditunda karena adanya PPKM,” ujar Yogo.

Owner Wish Hair Studio Yogo Prakoso saat melayani pelanggannya memotong rambut. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Owner Wish Hair Studio Yogo Prakoso saat melayani pelanggannya memotong rambut. (Foto: Dokumen)

Dia berharap, dengan kondisi kasus yang melandai saat ini dapat melanjutkan beberapa rencana kegiatan yang sempat tertunda, salah satunya kolaborasi dengan Disperindag Kota Kediri.

“Bersama Disperindag Kota Kediri, kami akan mengadakan kelas keterampilan bagi masyarakat yang berminat belajar soal jasa barbershop. Harapannya, mereka lebih mengenal dan percaya diri jika pekerjaan potong rambut bukan pekerjaan biasa,” jelas Yogo.

Sedangkan Wodske Industri Kreatif, usaha kerajinan merchandise kayu, ini tetap bisa bertahan dalam kondisi pandemi meski sempat merasakan dampak kebijakan PPKM.

Produk Wodske Industri Kreatif Kota Kediri yang terus bergeliat meski diterpa pandemi Covid-19. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Produk Wodske Industri Kreatif Kota Kediri yang terus bergeliat meski diterpa pandemi Covid-19. (Foto: Dokumen)

“Saat menemui kondisi seperti ini, memang kami langsung memilah segmentasi calon klien. Setelah terpilah, kami fokuskan untuk mencari peluang di segmen calon klien middle-up. Terpenting, saat ini kami dapat survive dan mencukupi tim yang ada di dalamnya,” ujar Co-Founder Wodske Industri Kreatif Hamam Eril Efendi.

Dengan cara tersebut, Eril mengaku pemasukan di industri ini cukup stabil.

Eril pun berharap, dengan mulai dibukanya kembali sektor usaha industri kreatif, semakin banyak pula pengusaha baru seperti Wodske yang bermunculan.

“Kami meyakini bahwa ekosistem industri kreatif di sebuah daerah tidak akan berkembang jika hanya satu pioner saja. Jadi, kami berharap setelah ini akan ada ‘pesaing yang bisa ikut memajukan industri kreatif yang bisa memberdayakan lingkungan sekitar,” tutup Eril. (*)

Tags: Abdullah Abu BakarGeliat pelaku usahaKota Kediripelaku usahaPelaku usaha kreatifPPKM Level 2Wali Kota Kediri
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Peternakan kambing milik KUBE "Sumber Rejeki" Kota Kediri yang berhasil menciptakan inovasi ternak tanpa bau. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Wali Kota Kediri Apresiasi KUBE "Sumber Rejeki" Ciptakan Inovasi Ternak Kambing tanpa Bau

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID