News  

Pria Doyan Selingkuh Korelasi dengan Kecerdasan Rendah, Benarkah?

Pria doyan selingkuh. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi pria yang berselingkuh. (Foto: Pixabay)

Tugujatim.id – Ada sebuah studi pada 2010, dalam jurnal Social Psychology Quarterly yang menemukan fakta bahwa pria dengan IQ tinggi cenderung lebih setia pada pasangan. Lalu bagaimana dengan pria doyan selingkuh? Apakah mereka memiliki IQ rendah?

“Pria yang lebih cerdas lebih cenderung menghargai monogami (menikah dengan satu istri) dan eksklusivitas seksual daripada pria yang kurang cerdas,” kata Dr Satoshi Kanazawa dari London School of Economics and Political Science.

Korelasi antara pria IQ rendah dengan pria doyan selingku menurutnya berkaitan dengan evolusi yang terjadi selama ratusan ribu tahun lalu. Saat hubungan manusia masih mendasar, pria lebih menyukai menikah dengan perempuan sebanyak yang dia bisa untuk menghasilkan lebih banyak keturunan.

Kanazawa memiliki teori bahwa pria yang kurang cerdas dirasa tak mampu melepaskan naluri dasar mereka karena itu menipu pasangan mereka (dengan selingkuh). Keuntungan evolusioner tidak begitu penting bagi manusia modern.

Sementara itu, Daniela Schreier, psikolog klinis dan asisten profesor di Chicago School of Professional Psychology, ikut memberikan tanggapannya terkait studi ini. Menurut dia, pria doyan selingkuh cenderung IQ-nya “jongkok”, itu hal yang tidak terlalu mengejutkan.

“Pria yang kurang cerdas cenderung tidak terlalu khawatir tentang selingkuh, dan mereka lebih mampu menyingkirkan rasa bersalah,” ujar Daniela dikutip dari Daily News.

Namun, d isisi lain dia juga menganggap bahwa penelitian ini cenderung terlalu menggeneralisasi. Dalam kasus ini, Daniela juga berteori mengenai alasan mengapa pria ber-IQ tinggi lebih jarang ditemukan selingkuh. Hal ini dengan menghubungkan fakta bahwa pria yang sangat cerdas lebih jarang tertangkap.

Menurut psikolog, seseorang yang berselingkuh dari pasangannya mungkin tidak memiliki satu atau lebih dari kecerdasan emosional (EQ). Kecerdasan emosional sendiri melibatkan empat keterampilan utama. Yaitu, kemampuan untuk merasakan emosi, bernalar dengan emosi, memahami emosi dan mengelola emosi.

“Perasaan memicu pikiran. Beberapa pikiran mendorong tindakan. Mengabaikan perasaan apa yang mendorong pikiran dan tindakan Anda, adalah tidak sadar secara emosional,” ujar juru bicara Krishna Saagar Rao dikutip dari Medium.

Orang dengan kecerdasan emosional rendah tidak dapat mengendalikan perasaan dan perilaku impulsif mereka. Dengan demikian, mereka mengelola emosi dengan cara yang tidak sehat seperti dengan berselingkuh dari pasangannya.