Prioritaskan Pemasaran Produk UMKM Difabel, Gus Ipul Borong Karya Komunitas Oemah Craft Pasuruan - Tugujatim.id

Prioritaskan Pemasaran Produk UMKM Difabel, Gus Ipul Borong Karya Komunitas Oemah Craft Pasuruan

  • Bagikan
Salah satu difabel di Oemah Craft memperlihatkan keahliannya membuat produk UMKM di Kota Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Goresan senyum bahagia tampak di raut wajah para penyandang difabel ketika Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengunjungi basecamp komunitas Oemah Craft di Kepel, Bugul Kidul, Selasa (25/01/2022). Terpukau dengan hasil kreativitas para pelaku UMKM difabel, Gus Ipul, sapaan akrabnya, tanpa ragu langsung memborong habis keripik pisang serta lampu hias paralon bermotif tulisan Allah dan Muhammad.

“Sini saya borong semua keripiknya, sama ini nanti lampu hias kalau sudah rapi dikirim ke rumah saya ya,” ucap Gus Ipul. Mantan Wakil Gubernur Jatim ini juga berjanji jika pemasaran produk UMKM difabel di Kota Pasuruan akan jadi prioritas utama pemerintah.

“Karya mereka ini diminati sampai tingkat mancanegara. Mereka ini pasti jadi prioritas kami ketika ada kegiatan,” imbuhnya.

UMKM difabel. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengunjungi komunitas difabel Oemah Craft pada Selasa (25/01/2022).(Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Menurut Gus Ipul, para penyandang difabel tidak hanya butuh dukungan modal, tapi juga perlu dukungan untuk pemasaran produk setelah memproduksi.

“Kalau butuh transportasi bisa pinjam mobil dinas. Kalau butuh pemasaran nanti dibimbing sama kepala diskoperindag. Saya kasih dana buat memperbaiki tempat etalase produknya,” ungkapnya.

UMKM difabel. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf melihat hasil produk UMKM di Oemah Craft, Selasa (25/01/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Sementara itu, Ketua Komunitas Oemah Craft Mabrur mengungkapkan, dia ingin menghapus stigma bahwa penyandang difabel hanya bisa meminta belas kasihan. Bagi dia, harkat dan martabat penyandang difabel bisa meningkat jika mereka mempunyai karya.

“Di sini sistemnya nggak ada karyawan, tapi kerja bersama. Nanti kalau sudah mahir bisa membuka usahanya sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, produk UMKM difabel Komunitas Oemah Craft ini tidak kalah dengan produk lain. Peminatnya tidak hanya di luar pulau, tapi juga luar negeri.

“Paling laku ya lampu hias ini, kemarin pernah dikirim ke Kalimantan, Lombok, Bogor, Bali, Cirebon, sampai Palembang. Malah pada 2021, ada pesanan dari Malaysia, tapi nggak jadi karena mahal ongkos kirimnya,” ujarnya.

  • Bagikan