• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tim Probaplas

Tim Probaplas; Khikmatillo Nematov, Malikha Haula Karimah dan Muhammad Alhafiz Arya Wardhana

Produk Prostetis Berbahan Sampah Plastik Raih Juara Inovasi International di Turki

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Produk prostetis berbahan sampah plastik meraih Juara Inovasi International di Turki. Karya dari Tim Probaplas (Prosthetic from Plastic) berhasil menggondol Juara 3 dari International Project Innovation di Istanbul, Turki.

“Probaplas merupakan sebuah inovasi yang berfokus pada pemanfaatan limbah HDPE (High-Density Polyethylene) seperti tutup botol dan jerigen bekas sebagai bahan baku pembuatan socket prostetik sebagai komponen utama,” jelas salah satu anggota Tim Probaplas, Muhammad Alhafiz Arya Wardhana.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Arya merupakan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (Filkom) Universitas Brawijaya (UB). Ia berkolaborasi dengan Malikha Haula Karimah dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Khikmatillo Nematov asal Uzbekistan.

Probaplas sendiri pertama kali digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pustena (Pusat Teknologi Tepat Guna) yang dinaungi Rumah Salman Institut Teknologi Bandung.

Tim Probaplas
Tim Probaplas; Khikmatillo Nematov, Malikha Haula Karimah dan Muhammad Alhafiz Arya Wardhana

Gagasan tersebut lahir dari dua permasalah besar yang saling berkaitan yaitu terbatasnya akses alat bantu prostetik bagi penyandang disabilitas karena harganya relatif mahal sekaligus pembuatannya bergantung pada bahan baku impor.

Di sisi lain, limbah plastik HDPE sangat melimpah, sementara dekomposisinya membutuhkan waktu yang lama, sehingga sering berakhir di tempat pembuangan akhir dan mencemari lingkungan.

“Berdasarkan hasil riset Malikha (salah satu anggota) HDPE daur ulang yang digunakan memenuhi standar minimum material prostetik yakni berkekuatan tarik 26-33 Mpa. Kemudian, penggunaan material daur ulang mampu menurunkan biaya bahan baku menjadi 2 dolar/unit atau Rp35 ribu. Sehingga, inovasi kami berhasil menjawab dua masalah besar sekaligus,” tutur Arya.

Tim Probaplas
Tim Probaplas: Produk prostetik kaki palsu atas lutut

Membaca dampak yang positif dari Probaplas, Tim ini merancang website terintegrasi gamifikasi sekaligus program sosial bernama Eco Hero. Program ini nantinya tidak hanya membentuk masyarakat peduli lingkungan namun juga meningkatkan partisipasinya mewujudkan ekonomi sirkular.

Arya memaparkan, selain aspek material dan manufaktur, Probaplas juga mengintegrasikan pendekatan circular economy yaitu pengembangan sistem bank sampah digital berbasis gamifikasi. Masyarakat dapat menyetor limbah plastik HDPE ke unit sampah, memperoleh poin yang tercatat secara digital untuk dikonversikan menjadi nilai ekonomi.

“Hal terpenting, proyek ini tidak berhenti di tahap riset atau kompetisi. Tim mulai mengimplementasikan model produksi prostetik secara langsung melalui kolaborasi bersama mitra prostetik dan komunitas pemberdayaan disabilitas. Beberapa prostetik juga sudah disalurkan kepada pihak yang membutuhkan,” tambahnya.

Tim Probaplas
Tim Probaplas: Kaki Prostetik produk PROBAPLAS

Arya juga menjelaskan kompetisi bertajuk International Project Innovation Competition yang mereka ikuti tersebut merupakan ajang inovasi internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara. Peserta dari berbagai negara mempresentasikan proyek solusi terhadap permasalahan global.

Dosen Pembimbing Arya, Dr. Maurish Sofie Rahmi Batita, S.Pd., M.Ed menyampaikan ide Arya merupakan hasil pemikiran yang menarik.

”Ide dan prototipe yang Arya dan tim kembangkan bisa menjadi produk unggulan bagi kaum disabilitas, namun juga masih tetap memperhatikan kesadaran lingkungan”, ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Disabelitasinovasi mahasiswaUBUniversitas Brawijaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Mudik.

Antara Lelah dan Lillah: Mengapa Kita “Kecanduan” Mudik?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID