MALANG, Tugujatim.id – Satu lagi, dosen senior Pendidikan Bahasa Arab UM Prof Dr Nurul Murtadho ikut serta dalam mendukung tercapainya World Class University (WCU), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) yang menginisiasi program bertajuk Research Staff Exchange khusus bagi dosen dengan kualifikasi pendidikan terakhir S-3 bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam QS Top 100.


Selama ini, Prof Dr Nurul Murtadho telah banyak melakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia, Brunei Darussalam, Saudi Arabia, dan Mesir. Itulah sebabnya dosen yang saat ini menjabat sebagai anggota Majelis Wali Amanah UM ini diminta menjadi penguji luar di University of Brunei Darussalam 2018, the Faculty of Modern Languages and Communication, University of Putra Malaysia 2021 sampai sekarang, Faculty of Education, Suez Canal University 2022, dan The Faculty of Education, University of Malaya 2023.

Program yang diikuti ini bertujuan menghasilkan peneliti UM bereputasi internasional, memperluas jaringan kerja sama riset, meningkatkan jumlah publikasi ilmiah dan sitasi di jurnal internasional bereputasi, serta meningkatkan peringkat UM di QS WUR (Quacquarelli Symonds World University Ranking).
Dalam kesempatan ini, sebagai mitra adalah dosen Fakulti Education Universiti Malaya Assoc Prof Dr Zawawi Ismail yang juga Adjunct Professor di Departemen Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Program Research Staff Exchange dilaksanakan di Malaysia selama 10 hari pada 9-18 Maret 2024.

Judul penelitian yang dikolaborasikan adalah Strengthening Reading Comprehension through Metacognitive Reading Strategies in Extensive Reading Activities: Summarizing, Mind Mapping, and Individual Presentation. Subjek penelitian adalah 90 mahasiswa terdiri atas 3 offering matakuliah Membaca Ekstensif dengan kegiatan membuat ringkasan, peta konsep dan presentasi Individu dalam bahasa Arab dan Indonesia. Menariknya dalam eksperimen ini, materi dalam bahasa Inggris dengan tema-tema yang sama juga digunakan sebagai sumber dan mahasiswa juga harus membuat ringkasan, peta konsep dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Harapannya, agar matakuliah Ini bisa menjadi matakuliah favorit dan bisa diambil oleh mahasiswa kelas internasional. Semoga! (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








