Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dibuka pada 14-27 Juni, Berikut Syaratnya

  • Bagikan
Pertukaran Mahasiswa Merdeka sebagai ajang mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara. (Foto: Wisuda Politeknik Negeri Jakarta 2019/Mila Arinda/Tugu Jatim)
Pertukaran Mahasiswa Merdeka sebagai ajang mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara. (Foto: Wisuda Politeknik Negeri Jakarta 2019/Mila Arinda/Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Mulai Senin (14-27/06/2021), calon peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka Andi Ilham memaparkan, mahasiswa ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan suasana yang berbeda, maka bergabunglah dalam program ini. Sebab, program ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara.

“Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman, dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” ujar Andi Ilham dikutip pada Selasa (14/06/2021).

Menurut Andi, melalui program ini, mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat dilipilih.
Pertama, total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring. Kedua, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.

Ketiga, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.
Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 SKS dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini yaitu kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan).

Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti program ini, yaitu:

1. Mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN – PTS di seluruh tanah air.

2. Memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah).

3. Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif.

4. Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim.

5. Bersedia menaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

6. Mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali.

Untuk itu, kepada perguruan tinggi peserta, Andi Ilham mendorong agar dapat memotivasi mahasiswanya untuk mendaftar serta memantau perkembangan jumlah dan proses pendaftaran program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Selain itu, perguruan tinggi juga harus memfasilitasi mahasiswa untuk dapat berkonsultasi terkait pemilihan mata kuliah, memfasilitasi kelengkapan seluruh dokumen yang dibutuhkan oleh mahasiswa, serta menjelaskan mekanisme pemberangkatan ke perguruan tinggi penerima.

“Jangan khawatir untuk biaya transportasi dari kota asal ke kota tujuan akan dibantu oleh pemerintah untuk biaya transportasi dan bantuan biaya hidup selama di provinsi lain,” tambah Dirjen Nizam.

Berikutnya, Andi Ilham menguraikan, hal-hal yang harus dilakukan perguruan tinggi penerima adalah mempersiapkan tim untuk penyambutan dan penerimaan mahasiswa dari perguruan tinggi lain dan mempersiapkan pelaksanaan Modul Nusantara dengan para dosen pembimbing. Kemudian, membantu mahasiswa untuk mendapatkan pemondokan selama mengikuti program, mengawasi proses pembelajaran mahasiswa secara periodik serta berkoordinasi untuk memudahkan proses penilaian, alih dan transfer SKS, dan kebutuhan administrasi lainnya.

  • Bagikan