• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi kekerasan mahasiswi di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember: kepala desa setempat diduga lalai dalam mengangani kasus tersebut. (Foto: Freepik.com)

Ilustrasi kekerasan mahasiswi di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember: kepala desa setempat diduga lalai dalam mengangani kasus tersebut. (Foto: Freepik.com)

Psikolog UIN Malang Soroti Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Mojokerto

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di Mojokerto. Kasus ini memantik beragam pandangan,, salah satunya dari Psikolog UIN Malang, Abd. Hamid Cholili.

Ia memandang bahwa masih maraknya kasus pencabulan anak di bawah umur di Mojokerto merupakan fenomena yang memprihatinkan dan memerlukan telaah psikologis secara komprehensif.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

“Dari perspektif psikologi, kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tidak dapat dipahami semata sebagai perilaku menyimpang individual, tetapi sebagai hasil interaksi kompleks antara faktor kepribadian pelaku, dinamika keluarga, serta lingkungan sosial yang kurang protektif,” ujar Cholili, Rabu (25/02/2026).

Psikolog UIN Malang
Psikolog UIN Malang, Abd. Hamid Cholili (dok pribadi)

Ia melanjutkan, pada level individu, pelaku seringkali memiliki distorsi kognitif, rendahnya empati, kontrol impuls yang lemah, serta riwayat pengalaman traumatis atau kekerasan sebelumnya.

Beberapa pelaku juga menunjukkan pola grooming, yakni membangun kedekatan emosional secara manipulatif untuk memperoleh kepercayaan anak sebelum melakukan tindakan pelecehan.

“Di sisi lain, kerentanan anak juga dipengaruhi oleh faktor perkembangan psikologis. Anak-anak yang berada pada fase perkembangan kognitif dan emosional belum memiliki kapasitas penuh untuk mengenali, menolak, atau melaporkan perilaku yang tidak pantas,” tambah Cholili.

Ketimpangan relasi kuasa baik karena usia, posisi sosial, maupun kedekatan keluarga membuat anak sulit melawan atau mengungkapkan pengalaman traumatisnya.

Dalam banyak kasus, budaya diam (culture of silence) serta stigma sosial justru memperburuk kondisi, sehingga korban dan keluarga enggan melapor karena takut disalahkan atau dikucilkan.

“Secara psikologis, dampak pencabulan terhadap anak sangat signifikan dan dapat berlangsung jangka panjang. Anak korban berisiko mengalami trauma, gangguan kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), penurunan harga diri, hingga kesulitan dalam membangun relasi interpersonal di masa dewasa,” tandas Cholili.

Tanpa intervensi yang tepat, pengalaman tersebut dapat membentuk skema negatif tentang diri dan dunia, yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dan kesehatan mentalnya dimasa depan.

Cholili melanjutkan, pendekatan pencegahan dan penanganan harus bersifat sistemik. Edukasi seksual berbasis psikologi perkembangan, penguatan fungsi pengasuhan (parenting), peningkatan literasi psikologis masyarakat, serta sistem pelaporan yang aman dan responsif menjadi langkah krusial.

“Selain itu, intervensi psikologis berbasis trauma bagi korban harus menjadi prioritas, agar proses pemulihan berjalan optimal. Kasus di Mojokerto ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi tanggung jawab kolektif masyarakat dan institusi sosial secara menyeluruh,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita mojokertoKabupaten MojokertoMojokertoUIN Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
PPPK Tuban

Tak Benar PPPK Tuban Dirumahkan, Masih Tahap Evaluasi dan Gaji Potensi Mundur

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID