Tugujatim.id – PLN Indonesia Power (PLN IP) telah meresmikan pabrik panel surya terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia yaitu PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) yang berada di Kendal, Jawa Tengah. Pabrik ini dikabarkan dapat memproduksi solar panel dengan kapasitas besar mencapai 1 Gigawatt Peak (GWp).
Melansir dari akun @plnindonesiapower, perusahaan ini merupakan hasil patungan dari PLN Indonesia Power Renewables (25%); Trina Solar Co. Ltd (38%); dan PT Dian Swastatika Sentosa (DSS) (38%).
Pabrik PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) akan memproduksi modul panel surya yang telah terintegrasi dengan menggunakan teknologi mutakhir yaitu teknologi Tunnel Oxide Passivated Contact (TOPCon) standar bankability AAA dari Bloomberg New Energy Finance (BNEF). Dengan menggunakan teknologi ini pada industri solar panel tersebut, efisiensi panel surya dapat mencapai 23,2% dari rata-rata efisiensi panel surya di Indonesia yang hanya sekitar 20%.
”Pabrik ini telah siap beroperasi dan mampu untuk memproduksi modul panel surya terbesar di Indonesia hingga mencapai 720 Watt Peak per modul dan efisiensinya mencapai 23,2%,” keterangan dari Wakil Direktur Utama PT Trina Mas Agra Indonesia Lokita Prasetya mengutip dari akun @plnindonesiapower pada Jumat (01/11/2024).
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power (PLN IP) Edwin Nugraha Putra mengatakan, adanya pabrik PT Trina Mas Agra Indonesia ini dapat mengurangi ketergantungan pemerintah pada impor komponen industri energi tanah air dan secara langsung dapat meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan dalam Peraturan Kementerian Perindustrian Nomor 34 Tahun 2024.
”Dengan adanya Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, maka ini akan dapat meningkatkan kemandirian sektor industri terutama pada bidang energi terbaru di tanah air,” kata Edwin Nugraha Putra.
Dengan adanya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) ini, Edwin mengatakan, pabrik tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru. Jadi, hadirnya pabrik ini akan berkontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
”Didirikannya pabrik ini akan berkontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Pasalnya, dengan adanya pabrik ini dapat membuka lapangan kerja baru yang akan mendukung perkembangan industri lokal,” kata Edwin.
Pada keterangan terakhirnya, dia mengumumkan sedang merencanakan peningkatan kapasitas produksi pabrik tersebut yang akan mencapai hingga tiga kali lipat, dari 1 GWp menjadi 3 GWp. Ini akan dilakukan karena potensi energi surya di Indonesia masih sangat besar yakni mencapai 207 Gigawatt (GW).
”Saat ini kapasitas produksi pabrik masih sebesar 1 GWp dan masih akan dikembangkan sampai dengan 3 GWp. Dengan ini komponen PLTS akan semakin mudah didapatkan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Abidhah Jinan Salma Octavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








