• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
PBNU

Dinamika Internal PBNU: Foto bersama setelah pertemuan pada 28 Desemeber 2025. Foto: dok.istimewa

Rais Aam PBNU Layangkan Surat Tabayun ke Gus Yahya Terkait Keabsahan Undangan Harlah NU

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
6 months ago
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mencuat menjelang rencana Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 Tahun Masehi.

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar melayangkan surat tabayun kepada Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf terkait beredarnya undangan kegiatan Puncak Harlah yang dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Januari 2026.

You might also like

BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

02/07/2026 9:54 PM
BNN

BNN Sita 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, Sindikat Internasional Thailand Bidik Pasar Vape Indonesia

02/07/2026 5:23 PM

Surat tabayun bernomor 4833/PB.23/A.II.08.71/99/01/2026 tertanggal 26 Januari 2026 itu dikirim menyusul banyaknya pertanyaan yang diterima Rais Aam mengenai keabsahan undangan Harlah NU ke-100 yang telah tersebar di berbagai kalangan.

Dalam surat tersebut, KH Miftachul Akhyar meminta klarifikasi langsung kepada Gus Yahya atas kebenaran undangan dimaksud.

Rais Aam menjelaskan, persoalan undangan tersebut tidak bisa dilepaskan dari proses organisasi yang hingga kini belum sepenuhnya dijalankan.

Ia mengingatkan bahwa sejak pertemuan dengan Ketua Umum PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya pada 26 Desember 2025, dirinya telah menegaskan pentingnya penyelenggaraan Rapat Pleno PBNU.

Rapat Pleno itu dipandang krusial untuk menindaklanjuti hasil Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar yang digelar sehari sebelumnya. Namun hingga menjelang pelaksanaan Harlah NU ke-100, agenda tersebut belum juga terlaksana.

Bahkan, saat rencana kegiatan 31 Januari 2026 disampaikan pada 12 Januari 2026, Rais Aam kembali mempertanyakan jadwal Rapat Pleno. Pertanyaan itu justru dijawab dengan usulan Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

KH Miftachul Akhyar juga menyampaikan bahwa dirinya masih menunggu respons atas surat jawaban tertanggal 24 Januari 2026 yang telah dikirimkan sebelumnya.

“Surat tersebut, merupakan hasil musyawarah bersama dua Wakil Rais Aam dan dimaksudkan sebagai upaya menutup kegaduhan serta mengembalikan kebersamaan di internal PBNU sesuai mekanisme organisasi,” tulisnya.

Dalam surat tabayun itu, Rais Aam turut menyinggung soal draf undangan kepada Presiden Republik Indonesia. Ia menyatakan telah menolak draf undangan yang hanya ditandatangani oleh dua pimpinan PBNU. Menurutnya, undangan kepada Presiden secara kelaziman harus ditandatangani empat pimpinan utama PBNU dan didahului dengan penyelenggaraan Rapat Pleno.

Atas pertimbangan tersebut, KH Miftachul Akhyar meminta agar rencana penyelenggaraan Peringatan Harlah NU ke-100 di Istora Senayan pada 31 Januari 2026 dapat dipertimbangkan kembali. Ia menilai, pelaksanaan harlah masih memungkinkan untuk dijadwalkan ulang setelah persoalan internal organisasi diselesaikan.

“Yang terpenting saat ini adalah Jam’iyah dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan kaidah berorganisasi,” demikian substansi penegasan Rais Aam dalam suratnya.

Sebagai informasi, undangan Puncak Peringatan Harlah NU ke-100 juga beredar melalui surat pengantar tertanggal 23 Januari 2026 yang ditujukan kepada Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang NU se-Indonesia. Undangan tersebut mencantumkan rangkaian acara sejak pagi hari hingga selesai, termasuk agenda kehadiran Presiden RI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ketua Umum PBNU terkait surat tabayun Rais Aam tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Gus Yahya diminta mundurHarlah NUKonflik PBNUNUPBNU
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 9:54 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kronologi penggerebekan gudang penyimpanan narkotika dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape)...

BNN

BNN Sita 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, Sindikat Internasional Thailand Bidik Pasar Vape Indonesia

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 5:23 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur,...

Sekolah Rakyat.

1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat selama 5 Hari, Fokus Latih Hidup Mandiri di Asrama

by Dwi Linda
29/06/2026 10:03 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Sebanyak 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II akan diterjunkan ke 178 titik Sekolah Rakyat...

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Next Post
Dugaan Keracunan MBG

Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Tuban Dinilai Tepat, Saat Ini Tunggu Hasil Laboratorium

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID