JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait memiliki pandangan berbeda dalam memaknai keberadaan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Kabupaten Jember. Sebab, ratusan dapur MBG Jember ini ditarget jadi percontohan nasional.
Bagi dia, jaringan dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) itu bukan semata instrumen pemenuhan gizi anak sekolah, melainkan mesin penggerak ekonomi akar rumput yang selama ini dinantikan masyarakat pedesaan.
Baca Juga: SPPG Lowokwaru Malang Dikritik Publik, Beber Harga Porsi MBG Ramadhan!
Pernyataan tersebut muncul usai pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya program MBG yang kini telah menjangkau berbagai kecamatan di Kabupaten Jember.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengakui bahwa skala operasional program ini tidaklah kecil. Ratusan titik SPPG bergerak setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan gizi ribuan pelajar, sebuah kondisi yang dia anggap sebagai medan uji sekaligus ladang kesempatan yang luar biasa bagi Jember.
Dia menggarisbawahi dua dampak besar yang lahir dari keberadaan SPPG tersebut. Di sisi pertama, program ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengawasan ketat memastikan setiap anak memperoleh asupan protein dan gizi seimbang yang mendukung tumbuh kembang serta kemampuan kognitif mereka.
Bupati Fawait Tak Kendorkan Pengawasan
Di sisi lain, roda perekonomian lokal turut berputar. Kebutuhan bahan baku harian para dapur SPPG diserap dari petani, peternak, hingga pedagang pasar setempat, sehingga aliran uang mengalir nyata hingga ke tingkat desa.
“Program MBG lewat ratusan SPPG ini adalah energi baru bagi Jember. Kami tidak hanya berbicara tentang kecukupan pangan anak-anak, tapi juga tentang bagaimana menggerakkan sendi-sendi ekonomi hingga ke sudut-sudut terpencil kabupaten ini,” ungkapnya pada Kamis (26/02/2026).
Menyadari luasnya cakupan program, Gus Fawait tidak mengendurkan pengawasan. Dia menginstruksikan pembentukan satgas khusus yang bertugas memantau seluruh titik dapur agar tetap beroperasi sesuai standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Pemprov Jatim Bersama Menteri dan Satgas MBG Rakor Bahas Implementasi Perpres
“Program sebesar ini pasti tidak lepas dari celah kekurangan. Tapi saya tidak akan biarkan itu berlanjut. Satgas akan bergerak aktif dan dapur yang terbukti tidak patuh terhadap prosedur atau curang dalam penyajian menu akan kami rekomendasikan untuk ditindak oleh Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait mendorong terciptanya sinergi yang solid antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. Dia membuka pintu selebar-lebarnya bagi setiap laporan permasalahan di lapangan agar dapat segera ditangani tanpa saling lempar tanggung jawab.
“Ini adalah amanah yang saya emban sebagai kepala daerah. Target saya jelas, SPPG di Jember harus menjadi rujukan nasional, baik dalam hal distribusi gizi yang efektif maupun dalam memberdayakan ekonomi masyarakat lokal,” tandasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








