• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang, Hasan Abadi yang telah meninggal dunia pada Minggu (7/3/2021) malam. (Foto: Dokumen/Unira) tugu jatim

Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang, Hasan Abadi yang telah meninggal dunia pada Minggu (7/3/2021) malam. (Foto: Dokumen/Unira)

Rektor Unira Hasan Abadi Meninggal, Ini Sederet Kisahnya saat Masih Muda

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang setelah Rektor Unira, Hasan Abadi, dikabarkan meninggal pada Minggu malam (07/03/2021) setelah berjuang melawan suatu penyakit. Kabar ini cukup mengejutkan pasalnya Hasan dikenal masih cukup muda dan merupakan sosok yang aktif dan bugar setiap ditemui.

Mengenang sosok Hasan Abadi, kader Nahdlatul Ulama (NU) ini memang dikenal sebagai orang yang inovatif dan visioner. Banyak gagasan-gagasan dan program yang ia terapkan di Unira Malang agar menjadi smart campus.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Hasan juga dikenal adalah sosok yang mengawali karier benar-benar dari nol. Bahkan pada tahun 1990 saat masih bersekolah di SMAN 5 Malang, Hasan mulai berjualan asongan di pinggir jalan. Hal ini ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikannya, ia tidak ingin merepotkan orang tuanya yang seorang petani di Wajak, Kabupaten Malang.

Ia bahkan pernah menjadi Ketua Assosiasi Pedagangan Lesehahan Merdeka Timur, Kota Malang.

“Saya dijadikan ketua, karena kalau ada razia dari satpol pp, saya yang keras menentang,” kenang pria 45 tahun ini beberapa waktu lalu.

Di tahun 1992, alumni Universitas Brawijaya (UB) ini berjualan eneka macam poster seperti poster Metalica, Bon Jovi, dan lain sebagainya. Tapi ini bukan barang dagangannya sendiri, hasan waktu itu tidak memiliki modal dan memilih menjualkan dagangan orang lain.

“Dari orangnya dapat sembilan ratus rupiah, saya jual seribu seratus rupiah hingga seribu dua ratus rupiah,” terangnya.

Perjuangan Hasan tetap berlanjut sampai ia lulus kuliah di UB, bahkan setelah lulus kuliah ia masih berjuang ikan pindang.

“Saya ambil dari Pasar Gadang, Kota Malang, lalu saya jual di Wajak, saya ambilnya satu pick up begitu,” tuturnya.

Hasil selama berjualan ternyata lumayan untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari, ia bahkan bisa ikut arisan dengan pembayaran Rp 120.000,- salam sehari. Selain itu, Hasan juga pernah menolak tawaran menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Waktu itu saya ditawari masuk PNS (Pegawai Negeri Sipil, sekarang ASN) tanpa bayar apa-apa, saya tidak mau karena ketika saya tanya gajinya waktu itu cuma enam ratus ribu,” ungkapnya.

Selanjutnya, sekitar tahun 2000-an, Hasan Abadi kuliah pascasarjana di Universitas Brawijaya. Ketika itu, dia sambil berdagang.”Saya jadi ketua ikatan mahasiswa Pascasarjana, semacam BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) kalau di S-1,” katanya.

Singkat cerita, Hasan yang sempat mendapatkan beasiswa ketika Pascasarjana berkat rekomendasi mengajar di STIT Raden Rahmat (Sekarang Unira), ketika lulus dia ditawari untuk menjadi dosen.

Meski demikian, awalnya Hasan tidak begitu tertarik untuk menjadi dosen, dan ia sempat ragu.

“Karena kadang dosen itu tidak out of the box, tapi karena guru yang menawari, pada 2005 saya mulai jadi dosen,” jelasnya.

Dua tahun berselang di 2007, ia dipercaya menjadi Kepala Sekolah SMK Cendika Bangsa, yang merupakan satu yayasan dengan Unira.

“Dari awal memang saya yang merintis, dan ketika itu memang begitu maju, malah lebih terlihat SMK-nya daripada kampusnya,” bebernya.

Hingga akhirnya pada 2017 lalu, Hasan Abadi dipercaya menjadi rektor di kampus tersebut. Salah satu program unggulannya adalah menjalin kerjasama dengan berbagai kampus di luar negeri.

“Kita pernah mengadakan acara dengan kampus terbesar nomor dua di Malaysia, yakni Universiti Teknologi Malaysia, pernah juga dengan kampus di Turki dan berbagai negara lain,” ucapnya.

Selain perjalanan kisahnya dari nol hingga menjadi Rektor kampus terbesar di Kabupaten Malang. Ternyata Hasan juga pernah menjadi pasukan berani mati Gus Dur.

“Waktu itu saya masih SMA dan tergabung dalam IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama). Saya lalu membaca buku tentang Gus Dur dan langsung jatuh hati,” ungkapnya beberapa waktu lalu saat acara Haul Gus Dur Virtual di Kampus Unira Malang.

Kecintaan Hasan kepada Gus Dur terus bertumbuh seiring dirinya dewasa. Bahkan, saat dia menjadi mahasiswa dan aktif di Ormawa (Organisasi Mahasiswa).

Awal mula Hasan tergabung sebagai pasukan berani mati saat masa akhir kepemimpinan Gus Dur sebagai presiden. Barisan Ansor dan Banser melihat ada sosok-sosok yang mencoba mengganggu kepemimpinan Gus Dur.

“Saya yang saat itu masih sebagai anggota Ansor, ditunjuk menjadi pemimpin aksi mengawal kepemimpinan Presiden Gus Dur dari Malang,” kenangnya.

Selain itu, Hasan juga ditunjuk sebagai komandan pasukan berani mati yang diberangkatkan ke Jakarta.

“Padahal saya sekarang tidak berani mati, tapi karena memimpin pasukan berani mati jadi saya harus ikut berani mati juga,” ucapnya.

CEO Tugu Media Group yang juga sahabat dari Hasan Abadi, Irham Thoriq, mengatakan jika Hasan adalah sosok yang humble dan perhatian kepada anak-anak muda.

“Sosok yang humbel dan penuh perhatian pada anak muda. Saya lihat di banyak grup WA, banyak kehilangan beliau, karena beliau orang baik. Semoga tenang di sisi-NYA,” pungkasnya. (rap/gg)

Tags: Kabupaten MalangkampusMalanguniversitas
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
biawak komodo dragon. Jurrasic Park Taman Nasional Komodo fakta komodo

5 Fakta Komodo, Binatang yang Dikenal Asli Indonesia tapi Asal Australia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID