• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ecoton dan Relawan Sungai Nusantara menyisir bantaran Sungai Bengawan Solo untuk melakukan operasi sampah plastik. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Ecoton dan Relawan Sungai Nusantara menyisir bantaran Sungai Bengawan Solo untuk melakukan operasi sampah plastik. (Foto: Dokumen)

Operasi Plastik, Relawan Panen 10 Karung Sampah di Sungai Bengawan Solo

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Relawan-relawan lingkungan terus melakukan operasi sampah plastik di sungai. Seperti yang dilakukan Ecoton dan Relawan Sungai Nusantara yang berhasil mengidentifikasi 170 lebih sampah sachet makanan, sabun, popok, streofoam, kresek, dan kemasan plastik sekali pakai lainnya. Hasilnya, mereka “panen” 10 karung sampah plastik.

Ekspedisi ini dimulai dari Sungai Bengawan Solo dari Bojonegoro sampai Blora Jawa Tengah dengan melakukan bersih-bersih pohon di bantaran sungai pada akhir pekan lalu.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Kemasan dan sachet tersebut berasal dari berbagai produsen terkenal seperti Wings, Unilever, Indofood, Mayora, dan Siantar Top. Sampah tersebut masih banyak tercecer dan nyangkut di pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Koordinator Operasi Plastik Muhammad Kholid Basyaiban menuturkan, sampah plastik yang tertahan di sejumlah pohon, tepatnya di pinggiran sungai Bengawan Solo, mayoritas didominasi tas kresek.

“Setidaknya 60 persen merupakan jenis kresek tidak bermerek hingga kresek warna-warni. Sedangkan 40 persen sampah plastik bermerek dari kemasan dan sachet,” jelasnya, Selasa (12/10/2021).

Sampah bermerek yang kerap ditemui merupakan jenis packaging sabun cuci, pencuci piring, mie instan, pakan ternak, ada pula sachet makanan, minuman, bungkus snack, dan botol minuman.

“Perlu upaya clean up pohon plastik di Sungai Bengawan Solo untuk mengurangi sampah-sampah plastik di pohon dan mengurangi polusi plastik yang berguna menjaga kualitas air. Sebab, Sungai Bengawan Solo itu 80 persen airnya menjadi suplai bagi 3 PDAM besar, yaitu PDAM Blora, Solo, dan Bojonegoro,” paparnya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura ini mengatakan, tujuan kegiatan operasi bersih-bersih pohon plastik untuk membersihkan ratusan bahkan ribuan pohon yang terlilit plastik di bantaran sungai. Tujuannya agar polusi plastik yang menjadi cikal bakal mikroplastik dapat diminimalisasi keberadaannya di sungai, khususnya di Sungai Bengawan Solo.

Dio Prasetyo, salah satu peserta dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, berharap setelah kegiatan ini, masyarakat akan sadar dan mengubah perilakunya untuk tidak membuang sampahnya ke sungai, khususnya untuk sampah plastik.

“Harapannya, pemerintah juga mau bertindak untuk mengatasi permasalahan tata kelola sampah yang sangat buruk, terutama masalah sampah di sungai,” ujarnya.

Dio juga menjelaskan perlu adanya tindakan pemerintah untuk mengawasi dan melakukan penegakan hukum bagi pelaku pembuang sampah di sungai. Selain itu, dia melanjutkan, pemerintah juga harus menyediakan tempat sampah di sepanjang aliran sungai dan menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah di setiap daerah, khususnya daerah di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Dia berharap pemerintah menerbitkan perda terkait pembatasan plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah plastik, terutama di sungai. (*)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya (Basra)

Tags: Berita sampah plastikEcotonlimbah plastikmikroplastikOperasi sampah plastikRelawan Sungai NusantaraSungai Bengawan Solo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Suparman Gibol (kiri) dan Bambang (kanan), ODGJ dan OT yang berdomisili tetap di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan./tugu jatim

6 Fakta Unik ODGJ dan OT di Punung Pacitan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID