TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah bangunan masjid dan lembaga pendidikan berpotensi terdampak rencana pembangunan ruas tol Demak-Tuban yang akan direalisasikan pada tahun 2024.
Terkait rencana itu, berbagai tanggapan muncul, salah satunya dari perwakilan takmir Masjid Mambaul Huda, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, Moh Agus Ulin Nuha. Dia mengatakan sebetulnya keberatan, karena proses pembelihan lahan dan pembangunan masjidnya penuh perjuangan.
Menurutnya, sebelumnya lahan masjid yang kini ditempati itu berupa jurang yang lumayan dalam lalu diurug dengan meterial urugan yang sangat banyak dan menelan biaya lumayan besar. Seandainya tidak sesuai ganti atau beda dengan yang diingikan masyarakat, maka pihaknya akan menolak.
Kendati demikian, demi kepentingan negara pihaknya pasrah. Hanya saja, dia mengatakan pihak yang berkepentingan dalam rencana proyek ini harus memberikan pengertian kepada jemaah maupun masyarakat.
“Jangan sampai istilah ganti rugi maupun untung tidak sesuai dengan kondisi bangunan maupun lokasi yang sesui dengan hati masyarakat,” ungkapnya.
Termasuk lembaga pendidikan yang ada di dalamnya, seperti Madrasah Diniyah (Madin) maupun TPQ milik Masjid Mambaul Huda. Kemudian gudang dan bak air minum masyarakat. Dia juga menyayangkan dalam pertemuan kali ini belum ada kepastian rute yang akan dilewati oleh ruas tol ini.
“Harapan kami, seandainya terdampak. Ya mohon, jangan sampai merugikan masyarakat. Terutama akses dan perekonomiannya,” ujar tokoh masyarakat Desa Bektiharjo itu.
Hal serupa disampakan, SMA Negeri 1 Plumpang Tuban. Kepala SMAN 1 Plumpang, Sri Mirah, mengungkpakan jika benar memang terdampak rencana pembangunan tol ini, pihaknya memohon pemindahan lokasi sekolah sesuai dengan capaian yang telah diraih sekolah
Beberapa di antaranta sudah terakreditasi A, bangunan yang baru nanti aman, nyaman, lingkungannya sehat, termasuk sekolah sehat Provinsi Jatim. Sekolah Adiwiyata provinsi bahkan mampu menuju tingkat nasional.
“Harapannya, jika memang direlokasi bisa memenuhi kriteria yang diharapkan baik sarana pra sarana maupun lingkungannya,” harapnya.
Meskipun begitu, pihak sekolah sangat mendukung program proyek nasional ini. Sebab, melihat beberapa kasus yang sudah ada, di beberapa sekolah yang terdampak pembangunan seperti ini biasanya dibangunkan yang lebih bagus lagi.
“Terkait di mana lokasi yang rencana akan digunakan untuk pemindahan, saya belum mengetahuinya. Yang jelas, kalau untuk luas lahan yang digunakan SMA N 1 Plumpang sekitar satu hektar,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Insfrastruktur Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar konsultasi publik analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) rencana pembangunan ruas tol Demak – Tuban.
Rencana pembangunan ruas tol ini sekitar 180, 58 kilometer melintasi 40 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Tuban. Pembangunan direncanakan dimulai dari barat hingga ke timur.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








