Resmikan Jembatan Terusan Bojonegoro Blora, Mensesneg Nostalgia Kampung Halaman

  • Bagikan
Mensesneg Pratikno saat meresmikan jembatan Terusan Bojonegoro Blora, Minggu (3/1/2020). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)
Mensesneg Pratikno saat meresmikan jembatan Terusan Bojonegoro Blora, Minggu (3/1/2020). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno tampaknya begitu bernostalgia saat melakukan kunjungan kerja untuk meresmikan jembatan penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur, Terusan Bojonegoro Blora, Minggu (3/1/2021). Sebagai pria yang lahir di Bojonegoro, ia mengaku bernostalgia dengan kampung halaman.

“Saya secara administratif saya itu lahir, dibesarkan, SD, SMP, SMA di Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Desa Dolokgede,” kenang Pratikno dalam sambutan peresmian jembatan Terusan Bojonegoro Blora tersebut.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Ya, ia mengaku lahir di Desa Delokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: Garap Mobil Listrik, Erick Thohir Janji Lobi Tesla Bulan Februari

Sebagai informasi, selain Mensesneg Pratikno, peresmian jembatan yang menghubungkan Blora dan Bojonegoro, Minggu (3/1/2021) tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Selain itu, Pratikno juga cerita bahwa dalam kunjungan tersebut ia juga menyempatkan waktu untuk bermalam di rumah orang tuanya.

“Saya semalam sempat nginep di rumah ibuk saya di Dolokgede,” terang Mensesneg

Pratikno juga menjelaskan bahwa jika saat masih tinggal di Bojonegoro, dirinya seperti menjadi orang Cepu. Hal tersebut dikarenakan harus membeli segala kebutuhan di daerah Cepu.

“Tapi saya merasa juga bahwa saya itu orang Cepu daripada Bojonegoro. Karena kalau ke dokter, ke toko, itu dari rumah ya harus ke Cepu. Bukan ke Bojonegoro,” ujarnya.

Baca Juga: Erick Thohir: Pakai Mobil Listrik, Jakarta-Bali Hanya Rp 200 Ribu

Oleh karena itu, dengan diresmikannya jembatan penghubung dua provinsi tersebut diharapkan warga dan masyarakat bisa memanfaatkan akses tersebut dengan baik. Di mana, pihaknya juga menyimpulkan bahwa batasan provinsi sebenarnya tidak berlaku bagi masyarakat Indonesia karena semuanya sebenarnya satu.

“Jadi poin saya, rakyat itu nggak ada batas antar provinsi. Oleh karena itu, inisiatif yang luar biasa ketika bisa menjembatani antar provinsi. Dan harus kita dukung penuh,” pungkas Mensesneg Pratikno. (Mila Arinda/gg)

  • Bagikan