Respons Kondisi Sosial, Komunitas Guru Seni dan Seniman Pasuruan Gelar Pameran "Gandeng Renteng" - Tugujatim.id

Respons Kondisi Sosial, Komunitas Guru Seni dan Seniman Pasuruan Gelar Pameran “Gandeng Renteng”

  • Bagikan
Potret Kiai Hamid, salah satu ulama besar dari Kota Pasuruan, menjadi sorotan para pengunjung di aula Kampus Uniwara Kota Pasuruan, Senin (15/11/2021). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Potret Kiai Hamid, salah satu ulama besar dari Kota Pasuruan, menjadi sorotan para pengunjung di aula Kampus Uniwara Kota Pasuruan, Senin (15/11/2021). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Komunitas Guru Seni dan Seniman Pasuruan (KGSP) kembali menggelar pameran seni rupa “Gandeng Renteng” ke-11 di aula Kampus Uniwara Kota Pasuruan. Pameran “Gandeng Renteng” ini menampilkan puluhan karya lukis dari guru seni dan seniman Kota Pasuruan selama 5 hari, mulai 13-17 November 2021. Bahkan, ada 1 lukisan yang menarik perhatian pengunjung yaitu potret Kiai Hamid, salah satu ulama besar dari Kota Pasuruan.

Pembina KGSP Wahyu Nugroho mengungkapkan, lukisan yang dipamerkan merupakan respons dari para seniman atas kondisi sosial di Kota Pasuruan saat ini.

“Tema lukisannya ‘Membaca Pasuruan’. Ada 49 karya hasil respons terhadap kondisi sosial, budaya, dan politik yang ada di masyarakat, ” ungkapnya pada Senin (15/11/2021).

Wahyu juga mengatakan, pameran “Gandeng Renteng” ke-11 ini merupakan pameran seni pertama yang diupayakan para seniman agar bisa digelar di masa pandemi Covid-19.

Pecut diseblakno, wes kebacut kate diapakno. Karena itu, meski di tengah keterbatasan kami tetap berusaha keras menyelenggarakan pameran ini,” ujarnya.

Puluhan lukisan karya Komunitas Guru dan Seniman Pasuruan dipajang di Pameran Gandeng Renteng. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Puluhan lukisan karya Komunitas Guru dan Seniman Pasuruan dipajang di Pameran Gandeng Renteng. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Sementara itu, Asisten 1 Wali Kota Pasuruan Sahari Putro menyampaikan apresiasinya kepada guru seni dan seniman Pasuruan yang tetap produktif di masa pandemi.

“Gandeng Renteng ke-11 ini adalah event luar biasa. Event ini menjadi tolok ukur perkembangan seni rupa di Pasuruan. Bahkan, kegiatan ini membawa dampak positif ke seniman di Jatim,” ujar Sahari.

Para pengunjung tampak menikmati pameran lukisan karya Komunitas Guru dan Seniman Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Para pengunjung tampak menikmati pameran lukisan karya Komunitas Guru dan Seniman Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Dia berharap para perupa asal Pasuruan untuk melestarikan budaya seni rupa dengan terus meregenerasi bibit-bibit potensi seniman muda.

“Dengan diselenggarakannya pameran ini, harapannya seniman Pasuruan harus menerapkan prinsip asah, asuh, dan asih antara perupa senior dengan perupa yang masih muda,” imbuhnya.

  • Bagikan