JEMBER, Tugujatim.id – Ajang bergengsi MTQ XXXI Provinsi Jawa Timur 2025 secara resmi dimulai dengan dibukanya registrasi kontestan pada Rabu (10/9/2025).
Momentum pembuka ini disambut dengan partisipasi 13 daerah yang melakukan pendaftaran di hari perdana, sedangkan 25 wilayah sisanya akan menyusul keesokan harinya. Kompetisi ini melibatkan keseluruhan 38 wilayah di Jawa Timur dengan total 1.348 kontestan terdaftar, terdiri dari 668 peserta putri dan 680 peserta putra.
Semangat tinggi para peserta sudah tampak sejak pagi hari ketika delegasi dari berbagai daerah tiba secara bergelombang dengan mengenakan seragam batik khas masing-masing wilayah.
Sebagai tuan rumah, Jember menunjukkan keseriusan dengan mengirim 53 wakil terbaiknya. Hampir seluruh kategori perlombaan diikuti, kecuali dua bidang yaitu seni kaligrafi digital dan kategori tilawah untuk penyandang tunanetra putri.
Nurul Hafid Yasin selaku Kabid Kesra Pemkab Jember menjelaskan bahwa ketidakhadiran Jember di kedua kategori tersebut bukan disebabkan kurangnya bakat, tetapi lebih kepada kendala fasilitas dan pertimbangan pembina yang merasa kontestan belum mencapai standar optimal.
BACA JUGA: Kafilah Kabupaten Jember Optimis Masuk 3 Besar MTQ Tingkat Provinsi Jatim 2025
“Berdasarkan proses pembinaan, evaluasi, dan assessment yang telah dilaksanakan, tim kita memiliki kematangan yang lebih baik ketimbang MTQ terdahulu. Oleh karena itu, prospek meraih prestasi gemilang sangat terbuka lebar,” paparnya.
Keyakinan besar memang ditunjukkan Jember. Setelah pada ajang MTQ Jatim sebelumnya di Pasuruan hanya berhasil meraih posisi keenam, kali ini pemerintah lokal menargetkan masuk dalam jajaran tiga teratas.
“Ekspektasi kami, dengan sokongan warga, doa restu, serta determinasi peserta, Jember mampu mencapai ranking terdepan. Bahkan tidak tertutup peluang untuk memboyong trofi juara umum,” terangnya dengan penuh keyakinan.
Meskipun demikian, Pemkab Jember mengakui bahwa kompetisi akan berlangsung sangat sengit. Setiap wilayah mengirimkan delegasi unggulannya, sehingga persiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis peserta menjadi faktor krusial.
“Ini merupakan level provinsi, sudah pasti semua kabupaten/kota mengirimkan yang terbaik. Namun, dengan evaluasi dari para pembina tingkat provinsi dan kabupaten, kami tetap yakin Jember mampu berkompetisi,” lanjut Nurul Hafid.
Bagi warga Jawa Timur, MTQ bukan semata-mata arena kompetisi. Lebih daripada itu, event ini menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan umat dalam seni baca Al-Qur’an, sambil memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








