• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gambaran performa serapan APBD Magetan per 30 September 2021. (Foto: e-database.kemendagri.go.id)

Gambaran performa serapan APBD Kabupaten Magetan per 30 September 2021. (Foto: e-database.kemendagri.go.id)

Rp 853 Miliar Uang APBD Magetan Mengendap di Kasda

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MAGETAN, Tugujatim.id – Ratusan miliar duit APBD Magetan tahun 2021 masih ngendon alias mengendap di kas daerah. Dikutip dari data kementerian dalam negeri (Kemendagri) per 30 September, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan baru menyerap Rp 958 miliar dari total Rp 1,811 triliun APBD tahun ini, atau setara 50, 46 persen. Sedangkan sisanya Rp 853 miliar masih berada di kas daerah, hingga belum beredar di masyarakat.

“Inggih, mas, leres (Iya mas, betul, red), per 30 Sept serapan belanja 50,46 persen. Berdasarkan pendapatan pada APBD Induk (APBD T.A 2021, red),’’ kata Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Magetan Suci Lestari, dikonfirmasi Tugujatim.id.

You might also like

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM
Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

20/07/2026 10:15 AM

Suci mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi hingga berujung pada rendahnya serapan APBD. Di antaranya, adanya beberapa kegiatan yang semula sudah di rencanakan dan alokasikan anggarannya pada APBD induk tahun anggaran 2021, dalam perjalananya ada perubahan dan beberapa penyesuaian melalui Perubahan APBD.

‘’Sehingga untuk pelaksanaan menunggu Perubahan APBD,’’ terangnya.

Suci menyatakan proses evaluasi Perubahan APBD 2021 di provinsi hingga hari ini belum rampung. Padahal dokumen tersebut memegang peranan penting dalam pelaksanaan dan realisasi kegiatan. Sebab pasca evaluasi Perubahan APBD turun ke Magetan langsung dilakukan pembahasan antara Pemkab dengan DPRD.

‘’Setelah sama-sama sepakat baru keluar dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah (DPA SKPD,) yang dijadikan dasar pelaksanaan anggaran,’’ ungkapnya.

DPA SKPD merupakan dokumen yang memuat pendapatan dan belanja SKPD. Baik memuat pendapatan, belanja, dan Pembiayaan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang melaksanakan fungsi bendahara umum daerah. Dokumen tersebut dijadikan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran.

‘’Mungkin proses ini (pembahasan hingga keluar DPA, red) akhir oktober sudah kelar,’’ katanya.

Suci mengatakan untuk mengenjot serapan anggaran, pemkab memiliki kiat tersendiri. Pun berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pihaknya tak memasukkan proyek fisik kakap dalam APBD perubahan. Sebab, tak memiliki kecukupan waktu baik proses lelang hingga pelaksanaan. Kendati begitu program dan kegiatan di belanja modal yang merupakan belanja produktif tetap berjalan. Untuk itu, Bagian administrasi pembangunan (Adbang) sekretariat daerah (Setda) Magetan melakukan identifikasi program kegiatan yang memungkinkan dilakukan penyerapan.

‘’Biasanya di fokuskan pada kegiatan barang dan jasa yang memungkinkan dilakukan penyerapan,’’ tegasnya.

Suci optimistis serapan APBD tahun ini masih dapat digenjot di kisaran angka 80 hingga 83 persen. Hal ini berdasarkan dengan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya.

‘’Kalau harapan ya bisa 100 persen ya, tapi insyaallah kalau 83-an persen bisa terserap,’’ harapnya.

Sebelumnya di beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang masih sangat rendah. Berdasarkan data yang diungkap Presiden, realisasi APBD di 21 provinsi per September masih sangat rendah yakni dibawah 50 persen.

“Masih sangat rendah sekali. Padahal kecepatan realisasi APBD sangat diperlukan dalam penanganan Pandemi,” ujar Presiden di sela-sela pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Rbu (15/9/2021) lalu.

Tags: berita Magetanberita Magetan hari iniKabupaten MagetanMagetanPemkab Magetan
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Next Post
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj saat diwawancara awak media di Ponpes Lirboyo, Kediri, Kamis (7/10/2021). (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Ketum PBNU 3 Periode, KH Said Aqil: Kalau Diminta Siap

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID