Rugi Rp 300 Juta, Gudang Mebel di Malang Ludes Dilalap si Jago Merah - Tugujatim.id

Rugi Rp 300 Juta, Gudang Mebel di Malang Ludes Dilalap si Jago Merah

  • Bagikan
Petugas UPT Damkar Kota Malang saat memadamkan api yang melalap gudang penyimpanan bahan baku mebel pada Sabtu (06/02/2021). (Foto: UPT Damkar Kota Malang/Tugu Jatim)
Petugas UPT Damkar Kota Malang saat memadamkan api yang melalap gudang penyimpanan bahan baku mebel pada Sabtu (06/02/2021). (Foto: UPT Damkar Kota Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kota Malang pada Sabtu (06/02/2021), sekitar pukul 20.30. Kali ini kebakaran terjadi di gudang penyimpanan bahan baku mebel di Jalan Saxophone, Kelurahan Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang. Atas peristiwa ini, semua barang ludes terbakar dilalap si jago api.

Video kebakaran ini pun sempat viral karena lokasinya dekat dengan menara tower, lalu listrik padam. Beruntung, api tidak sampai merembet ke tower.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang M. Teguh Budi Wibowo belum bisa memberikan hasil identifikasi penyebab kebakaran karena masih dalam tahap penyelidikan tim Inafis Polresta Malang Kota.

“Bangunan terbakar 50 persen dan pemiliknya mengalami kerugian kurang lebih Rp 300 juta,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media Tugu Malang, partner Tugu Jatim, Minggu (07/02/2021).

Gudang mebel yang terbakar. (Foto: UPT Damkar Kota Malang/Tugu Jatim)
Gudang mebel yang terbakar. (Foto: UPT Damkar Kota Malang/Tugu Jatim)

Sementara itu, Teguh menjelaskan terkait kronologi awalnya bermula dari laporan warga masuk sekitar pukul 20.34 WIB. Mereka pun mengerahkan 6 unit mobil damkar dan 25 personel ke titik api.

Beruntung, petugas tidak kesulitan dalam proses pemadaman. Terkait kondisi menara tower di dekat lokasi kebakaran, Teguh memastikan kobaran api tidak sampai merembet ke tower tersebut. “Nggak sampai merembet. Betul ada tower, tapi tidak sampai ke sana dan itu bukan tower PLN,” terangnya.

Teguh menambahkan bahwa anggotanya telah terbiasa memadamkan kobaran api yang menjalar mendekati sumber-sumber kelistrikan. Karena itu dilakukan pemblokiran di beberapa titik agar tidak merembet ke bangunan lainnya. (azm/ln)

  • Bagikan