Salurkan Donasi dari Pembaca Tugu Media Group, Kakek Satirun Menerima Bantuan Senilai Rp 19 Juta - Tugujatim.id

Salurkan Donasi dari Pembaca Tugu Media Group, Kakek Satirun Menerima Bantuan Senilai Rp 19 Juta

  • Bagikan
Dari kiri, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, Kakek Satirun, Nenek Tiah, dan Surya Burhanuddin, pensiunan salah satu BUMN (badan usaha milik negara) yang juga praktisi pendidikan, saat menyalurkan donasi pada Sabtu (11/09/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Dari kiri, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, Kakek Satirun, Nenek Tiah, dan Surya Burhanuddin, pensiunan salah satu BUMN (badan usaha milik negara) yang juga praktisi pendidikan, saat menyalurkan donasi pada Sabtu (11/09/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Dari cerita menjadi berita. Dari berita menjadi kegiatan kemanusiaan. Tampaknya hal itulah yang tepat untuk menggambarkan kegiatan kemanusiaan yang digelar oleh Tugu Media Group untuk Kakek Satirun, 86 dan Nenek Tiah, 79 tahun.

Setelah beberapa waktu lalu Tugu Media Group membuka donasi untuk kegiatan ini, akhirnya hasil dari donasi tersebut diberikan kepada Kakek Satirun dan Nenek Tiah pada Sabtu (11/09/2021). Donasi yang diberikan senilai Rp 18.962.408 (dibulatkan oleh panitia menjadi Rp 19 juta). Jumlah tersebut adalah jumlah yang disumbangkan oleh pembaca kepada Kakek Satirun dan Nenek Tiah melalui Tugu Media Peduli di nomor rekening Bank Jatim: 0041122226 atas nama Tugu Media Peduli.

Kakek Satirun dan Nenek Tiah tampak mengucapkan terima kasih kepada CEO Tugu Media Group Irham Thoriq dan Surya Burhanuddin pada Sabtu (11/09/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kakek Satirun dan Nenek Tiah tampak mengucapkan terima kasih kepada CEO Tugu Media Group Irham Thoriq dan Surya Burhanuddin pada Sabtu (11/09/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dalam penyaluran donasi di rumah kontrakan mereka di daerah Gading Kasri, Nomor 14 B, RT 04, RW 06, Klojen, Kota Malang, itu hadir CEO Tugu Media Group Irham Thoriq dan Surya Burhanuddin, pensiunan salah satu BUMN (badan usaha milik negara) yang juga praktisi pendidikan. Surya adalah orang yang kali pertama menulis tentang kisah Kakek Satirun dan Tiah yang harus berjualan dawet dengan cara jalan kaki untuk menyambung hidup. Keduanya enggan meminta-minta dan merepotkan orang lain. Tulisan Surya itu diunggah di www.tugumalang.id dan www.tugujatim.id.

Selain tulisan, video yang direkam Surya tentang keduanya viral di TikTok tugumalang.id. Video tersebut dilihat lebih dari 179.000 penonton, 20 ribu like, dan 640 komentar. Karena kisah inilah, Tugu Media Group bersama Surya Burhanuddin lantas menginisiasi gerakan kemanusiaan ini.

Sebelum penyerahan donasi, kami intensif berkoordinasi dengan Surya. Salah satu dari hasil koordinasi tersebut, sumbangan tersebut dibagikan bertahap agar uang tersebut digunakan secara tepat sasaran dan sebagaimana mestinya.

”Jadi, kami sudah transfer Rp 5 juta ke rekening Bank Jatim atas nama Pak Satirun. Sisanya akan kami transfer tiap bulan sebesar Rp 1 juta,” kata Surya kepada Kakek Satirun.

Dagangan dari Kakek Satirun dan Nenek Tiah. (Foto: Surya Burhanuddin/Tugu Jatim)
Dagangan dari Kakek Satirun dan Nenek Tiah. (Foto: Surya Burhanuddin)

Surya menjelaskan, dengan diberi secara bertahap ini akan lebih bermanfaat untuk keduanya.

”Karena minimal dalam setahun ke depan, mereka sudah punya tabungan dan punya harapan hidup,” imbuh Surya.

Dia juga mengatakan, uang senilai Rp 19 juta tersebut merupakan sepenuhnya hak Pak Satirun.

”Ini hak Pak Satirun bisa buat makan, cek kesehatan, dan lain-lain, jangan kasih ke siapa-siapa Pak, karena ini hak Pak Satirun,” imbuh Surya.

Kakek Satirun dan Nenek Tiah saat berjualan dawet keliling. (Foto: Surya Burhanuddin/Tugu Jatim)
Kakek Satirun dan Nenek Tiah saat berjualan dawet keliling. (Foto: Surya Burhanuddin)

Sedangkan Kakek Satirun dan Nenek Tiah yang tidak henti-hentinya mengumbar senyum mengaku sangat bersyukur.

”Terima kasih Tugu Media Group dan para donatur, semoga hadiah rezeki yang menyumbang berkah,” katanya.

Kendati sudah mendapatkan uang untuk kebutuhan hidupnya, Kakek Satirun mengaku akan terus bekerja.

”Karena masih kuat, masih berumur 86 tahun,” kata Kakek Satirun yang disambut gelak tawa Surya dan Irham Thoriq.

Kakek Satirun dan Nenek Tiah saat mendorong gerobak es dawet. (Foto: Surya Burhanuddin/Tugu Jatim)
Kakek Satirun dan Nenek Tiah saat mendorong gerobak es dawet. (Foto: Surya Burhanuddin)

Sementara itu, CEO Tugu Media Group yang membawahi www.tugumalang.id dan www.tugujatim.id Irham Thoriq mengatakan, kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan oleh Tugu Media Group.

”Ini bagian dari misi kami yakni bukan hanya situs berita, dan sesuai tagline kami yakni Merawat Malang Raya dan Jawa Timur,” katanya.

Thoriq, demikian dia akrab disapa, mengatakan, sebelumnya media ini sudah menggelar banyak kegiatan sosial.

”Semisal memberikan sumbangan untuk korban Gempa Malang dengan total mencapai Rp 241 juta dan mengadakan donor plasma konvalesen yang menghadirkan sekitar 95 pendonor, ini sangat besar karena pendonor plasma selama ini sangat jarang,” ujarnya.

  • Bagikan