Tuban, Tugujatim.id – Satlantas Polres Tuban menggelar operasi hunting system dalam rangka pengamanan pembukaan Jatim Digifest 2024, Selasa (22/10/2024). Operasi menindak ratusan pengendara yang melanggar lalu lintas di sejumlah titik strategis di Tuban.
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Tuban, Ipda Garmani mengungkapkan dalam operasi tersebut petugas berhasil menindak sebanyak 182 pelanggaran.
“Sebagian besar pelanggaran yang kami tindak berupa pengendara yang tidak menggunakan helm. Total ada 140 pelanggar yang tidak mematuhi aturan keselamatan dasar ini,” ujar Garmani kepada awak media, Rabu (23/10/2024).
Selain itu, petugas juga menyita 42 kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak standar atau yang sering disebut knalpot brong.
“Kami mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar, seperti knalpot brong dan ban kecil. Ini dilakukan demi mencegah potensi kecelakaan yang bisa merugikan pengendara lain di wilayah Tuban,” jelasnya.
Operasi yang dilaksanakan di lima lokasi berbeda ini mencakup kawasan Simpang Empat Patung Letda Sucipto, Simpang Empat Al Falah, Simpang Empat Kembang Ijo, Simpang Tiga Samudera, serta Simpang Empat Wahyu Utama. Di lokasi tersebut, petugas mengawasi pelanggar dan menahan kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat seperti STNK atau BPKB.
Ipda Garmani menambahkan bahwa kendaraan yang disita sementara akan diamankan di Mapolres Tuban. Setelah pelanggar menjalani sidang di pengadilan, mereka diwajibkan mengembalikan kondisi kendaraan seperti semula, sesuai dengan standar yang berlaku.
“Jika pengendara tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah, maka kami meminta mereka membawa bukti kepemilikan seperti BPKB dan STNK yang masih berlaku,” katanya.
Operasi Hunting System ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat tingginya arus lalu lintas saat event besar seperti Jatim Digifest 2024.
“Mengingat banyaknya masyarakat yang menghadiri acara tersebut, kami ingin memastikan bahwa tidak ada insiden yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, operasi semacam ini sangat penting,” tambah Garmani.
Garmani juga menegaskan bahwa operasi lanjutan dapat kembali digelar mengingat keramaian masih berlangsung. Operasi digelar untuk memastikan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Kabupaten Tuban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








