MALANG, Tugujatim.id – SD Insan Amanah, Kota Malang, Jatim, terus berinovasi untuk meningkatkan skill para siswa dengan membuka ekstrakurikuler baru “Kelas Jurnalistik”. Belasan siswa SD Insan Amanah Malang antusias mengikuti kelas karena mereka diajari menjadi wartawan cilik hingga belajar fotografi.
Terbaru, siswa SD Insan Amanah Malang diajak langsung praktik wawancara dan fotografi ke Museum Mpu Purwa pada Jumat (14/11/2025). Berlokasi di Perumahan Griya Santa, Jl Soekarno Hatta No 210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang, Jatim, museum ini menjadi tempat bagi belasan siswa untuk mengasah keberanian mereka ketika wawancara dan keterampilan dalam mengambil foto jurnalistik.
Baca Juga: Dwi Lindawati, Wartawan Tugujatim.id Jadi Peserta Terbaik Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II
Kunjungan ini menjadi pengalaman bagi para siswa untuk merasakan praktik jurnalistik langsung, bukan hanya sekadar teori di kelas. Mereka dapat berekspresi lewat catatan, memberikan pertanyaan kepada narasumber, hingga memotret objek yang menarik, menjadikan kegiatan jurnalistik ini terasa lebih seru dan menyenangkan.
Ekstrakurikuler Baru di SD Insan Amanah
Koordinator ekstrakurikuler SD Insan Amanah Malang Abu Najib Sofyan SPd mengatakan, antusiasme siswa tinggi karena kegiatan ekstrakurikuler ini dikemas dengan cara yang edukatif.
“Siswa sangat antusias untuk mengikuti kegiatan jurnalistik. Saya sempat tanya ke beberapa anak. Di samping itu, kegiatan jurnalistik juga dikemas dengan sangat edukatif,” ujar Sofyan.
Dia mengatakan, Kelas Jurnalistik ini merupakan ekstrakurikuler baru di SD Insan Amanah Malang yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam menulis serta mengolah informasi dengan baik.

Kelas jurnalistik ini diikuti oleh empat belas siswa dari kelas tiga hingga enam. Pengadaan ekstrakurikuler baru ini mendapatkan respons dan tanggapan yang bagus dari para siswa.
Selain itu, dia mengatakan, para siswa diajari oleh seorang wartawan dari media online Tugu Jatim ID bernama Dwi Lindawati. Meskipun begitu, Sofyan juga tetap mendampingi karena memiliki tantangan tersendiri.

Dia mengatakan, tantangan yang muncul saat mendampingi ekstrakurikuler jurnalistik adalah ketika mengajak siswa untuk mengeluarkan ide kreatifnya.
“Tantangannya sejauh bagaimana siswa memiliki ide kreatif untuk mengembangkan tulisan yang mereka buat menjadi sebuah berita yang menarik untuk dibaca,” ujar Sofyan.
Kelas Jurnalistik Tingkatkan Skill Siswa dalam Menulis
Sofyan berharap adanya kegiatan ekstrakurikuler ini dapat meningkatkan keterampilan dan menguatkan karakter para siswa.
“Kami berharap melalui ekstrakurikuler jurnalistik ini, siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis, wawancara dengan baik, serta siswa bisa percaya diri saat melakukan wawancara untuk menguatkan karakter,” ujar Sofyan.

Selain diajar oleh wartawan media online, dia mengatakan, para siswa juga diajak praktik fotografi jurnalistik dan wawancara langsung.
“Kami sempat menghadirkan seorang fotografer senior untuk mengajari anak-anak. Terbaru, mereka juga kunjungan ke Museum Mpu Purwa untuk praktik wawancara dan belajar jadi wartawan cilik,” ujarnya.
Dia mengatakan, kunjungan ke museum sangat bagus untuk mengasah skill para siswa dalam menerapkan teori yang diajarkan.
“Kunjungan itu sangat bagus ya, karena siswa praktik langsung terkait dengan materi yang sudah diajarkan oleh guru ekstrakurikuler. Siswa belajar kontekstual dan itu sesuai dengan visi misi SD Insan Amanah,” kata Sofyan.

Sejauh ini, kelas jurnalistik juga sudah memberikan dampak positif bagi siswa SD Insan Amanah. Sofyan mengatakan, siswa banyak belajar bagaimana cara menjadi seorang jurnalis yang baik.
“Dampaknya adalah siswa lebih percaya diri, menulisnya sudah mulai bagus, dan siswa juga sudah banyak belajar bagaimana cara menjadi seorang jurnalistik yang bagus. Kemudian, karakter siswa juga sudah terbentuk dengan baik,” tutur Sofyan.
Dengan adanya dampak positif tersebut, Sofyan menjelaskan rencana pengembangan kelas jurnalistik ini di masa yang akan datang.
“Rencana pengembangan ke depannya, nanti anak-anak dapat membuat sebuah tulisan yang dimuat di berita dan juga siswa langsung praktik di tempat umum untuk belajar langsung menjadi seorang jurnalis,” tutur Sofyan.
Kelas Jurnalistik Hadirkan Fotografer Senior
Untuk mendukung kegiatan edukatif kelas jurnalistik, SD Insan Amanah Malang juga menghadirkan fotografer senior Rully Novianto. Dalam hal ini, Rully mengajarkan bagaimana cara mengambil foto jurnalistik yang baik dan benar.
Untuk menjelaskan materi fotografi jurnalistik, Rully memilih materi yang sekiranya sesuai dengan siswa SD. Dia mengatakan, dasar-dasar fotografi yang paling penting dikenalkan pada siswa SD adalah angle.
“Jadi, yang ditekankan adalah angle atau lebih tepatnya sudut pengambilan gambar. Kemudian, untuk penerapannya bisa menggunakan HP, di mana HP bisa lebih praktis digunakan,” tutur Rully.

Selain cara mengambil angle yang benar, Rully mengatakan, teknik paling dasar untuk diajarkan kepada siswa jenjang SD adalah komposisi.
“Jika ingin menentukan foto aktivitas narasumber, maka gambarnya harus utuh antara objek personal dengan aktivitas lingkungan sekitar,” ujar Rully.

Dia juga memberikan contoh, jika siswa ingin mengambil aktivitas petani di sawah, maka siswa tidak boleh mengambil zoom petaninya saja, tetapi harus imbang antara petani dengan lahan sawah. Di samping itu, apabila ingin mengambil berita features atau berita sosok, maka bisa fokus di komposisi area wajah.
Rully menjelaskan mengapa dia lebih memilih angle sebagai materi yang penting diajarkan kepada siswa SD, karena teknik lainnya masih terlalu dini apabila diajarkan kepada anak-anak.
“Kalau berbicara teknik, penggunaan rana atau speed dan sebagainya masih terlalu dini untuk anak SD,” jelas Rully.

Untuk menjelaskan materi-materi tersebut, Rully mengambil metode langsung praktik agar mudah dipahami oleh anak-anak.
“Ketika itu saya minta membuat skenario suatu adegan, saling memotret satu sama lain, jadi ada yang sebagai objek ada yang memotret. Setelah itu kami evaluasi bagaimana hasil memotret yang baik,” ujar Rully.
Dia juga mengajarkan cara menghubungkan foto dengan liputan yang mereka buat dengan penataan gaya narasumber. Dia mengatakan, meminta siswa untuk mengarahkan gaya narasumber.
“Saya minta mereka untuk mengarahkan gaya, jika narasumber berperan sebagai pengisi seminar, maka tubuhnya harus dibuat seperti bergerak agar fotonya hidup, tidak kaku,” jelas Rully.
Ketika mengajarkan fotografi jurnalistik, Rully memiliki tantangan tersendiri. Dia mengatakan, tidak bisa mengeksplor semua materi karena diajarkan untuk anak-anak agar lebih mudah dipahami.

“Tantangan terbesarnya harus pintar-pintar berkomunikasi. Sebenarnya materinya panjang, tapi karena diajarkan kepada anak SD, saya mengambil yang dasar-dasar saja, lalu praktik,” kata Rully.
Meskipun begitu, Rully bisa mengatakan kemampuan siswa sudah baik dalam pengambil angle. Dia menceritakan terdapat foto yang membuatnya terkesan.
“Ada dua siswa, maaf saya lupa namanya. Salah satunya ketika siswa berpose di mading dengan ilustrasi sedang menjelaskan isi mading,” kata Rully.
Dia juga menjelaskan fotografi menjadi hal yang penting dalam kegiatan jurnalistik. Hal itu karena foto adalah nyawa dari sebuah berita yang dapat menguatkan isi berita.
Praktik Nyata Membuat Kegiatan Jurnalistik Semakin Seru dan Menyenangkan
Berbagai pengalaman belajar langsung yang diberikan dalam Kelas Jurnalistik ini menunjukkan bagaimana siswa SD Insan Amanah Malang dapat berkembang melalui praktik nyata. Mulai dari belajar fotografi jurnalistik hingga berkunjung ke Museum Mpu Purwa untuk menjadi wartawan cilik.
Dengan pendampingan guru dan jurnalis profesional, ekstrakurikuler ini diharapkan terus menjadi ruang yang mendorong kreativitas, kemampuan menulis, dan keberanian para wartawan cilik di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang
Editor: Dwi Lindawati








