• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Edi Gunawan, (kiri), santri Ponpes Jeha di eks lokalisasi Dolly, Surabaya saat ditemui Basra, Kamis (17/6/2021) lalu. (Foto: Basra) tugu jatim

Edi Gunawan, (kiri), santri Ponpes Jeha di eks lokalisasi Dolly, Surabaya saat ditemui Basra, Kamis (17/6/2021) lalu. (Foto: Basra)

Secuil Kisah dari Pesantren Jeha di Eks Lokalisasi Dolly yang Bakal Ditutup

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (Jeha) di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya bakal segera ditutup lantaran masa sewa rumah yang telah habis. Hal tersebut tentunya memantik kesedihan bagi warga Surabaya, terutama para santri tempat tersebut. Banyak kisah dari para santri di tempat tersebut, salah satunya yakni cerita Edi Gunawan, tempat di mana ia tobat.

Remaja 18 tahun tersebut merasa sedih kala tempatnya menimba ilmu agama sepanjang tiga tahun ini harus ditutup.

You might also like

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

20/07/2026 8:41 AM
Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM

“Sedih banget Jahe mau tutup. Saya kan belajar salat dan ngaji di sini,” ujar Edi kepada Basra, partner Tugu Jatim, Kamis (17/6/2021) lalu.

Sempat Terjerat Narkoba hingga Tobat

Edi menuturkan Jeha telah membawa banyak perubahan positif dalam dirinya. Sebelum bergabung dengan Jeha, Edi mengaku banyak melakukan perbuatan yang dilarang agama seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang.

“Ya ngobat (narkoba, red) sampe ngombe (minum minuman keras) sama teman-teman,” imbuhnya.

Tempat yang dijadikan Edi dan kawan-kawannya melakukan perbuatan dosa tak lain adalah rumah yang ditempati Ponpes Jeha. Diungkapkan Edi yang merupakan warga sekitar, sebelum ditempati Jeha, rumah di kawasan Kupang Gunung Timur 1 itu merupakan tempat berkumpulnya para remaja. Tak sekedar ngumpul tapi juga melakukan perbuatan maksiat mulai dari pesta narkoba hingga pesta seks.

“Dulunya kan wisma, setelah Dolly tutup akhirnya kosong dan rumahnya tidak ada yang jaga, juga tidak dikunci. Ya sudah jadi tempat nongkrongnya anak-anak termasuk saya,” jelas Edi.

Awalnya hanya remaja sekitar rumah tersebut yang nongkrong, namun seiring berjalannya waktu remaja di luar Dolly, kata Edi, juga turut serta. Mirisnya, meski ada sekolompok muda mudi di rumah tersebut, namun tak ada warga yang menegur.

“Nggak ada (warga yang menegur), ngelarang juga enggak. Jadi anak-anak bebas,” imbuh Edi.

Aktivitas sekelompok remaja di rumah tersebut mengundang keprihatinan pengurus Ponpes Jeha yang berlokasi di Putat Jaya. Hingga akhirnya di tahun 2018 pengurus Jeha menyewa rumah tersebut untuk dijadikan cabang ponpes.

“Anak-anak yang biasa nongkrong disana tetap kami persilahkan. Kami tidak melarang mereka nongkrong asal mengikuti peraturan Jeha,” ujar Muhammad Nasih, pengurus harian Ponpes Jeha.

Kegiatan keagamaan seperti mengaji hingga sholat berjamaah rutin digelar Jeha di rumah berlantai tiga tersebut. Hingga sedikit demi sedikit remaja yang biasa nongkrong mulai tergerak mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar Jeha.lo

“Akhirnya ya anak-anak mau gabung dengan kita tanpa paksaan. Tapi ada juga yang menolak gabung dan akhirnya tidak lagi nongkrong disini,” imbuh Nasih.

Kabar akan tutupnya Jeha di kawasan tersebut, diakui Edi, turut disambut gembira teman-teman Edi yang enggan bergabung dengan Jeha. Bahkan secara terang-terangan mereka mengaku akan menjadikan rumah tersebut sebagai ‘markasnya’ lagi.

“Ya katanya teman-teman mau mbalek (kembali) kalau nanti Jeha sudah tutup,” lirih Edi.

Edi berharap rumah tersebut masih akan ditempati Jeha. Mengingat ada banyak nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan Jeha kepada anak-anak sekitar.

Namun sepertinya keinginan Edi akan sulit terwujud. Pasalnya seperti dikatakan Nasih, jika harga sewa dari rumah tersebut sangat memberatkan.

“Bulan ini terakhir masa kontrak kita. Harga kontraknya mau dinaikkan jadi Rp 50 juta per tahun, dan kalau mau dibeli harus bayar Rp3 miliar. Ya cukup memberatkan buat kita,” pungkas Nasih.

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya (Basra)

Tags: DollyKota SurabayalokalisasiPonpesSurabaya
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Next Post
Mengulik Jalan Panjang Timnas Belanda di Ajang Euro 2020

Mengulik Jalan Panjang Timnas Belanda di Ajang Euro 2020

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID