Tugujatim.id – Tanggal 11 Maret masih memuat kontroversi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hal ini berasal dari terbitnya Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar pada 11 Maret 1966. Surat ini dipandang menjadi momen peralihan kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Soeharto.
Laman National Geographic Indonesia menyebutkan, sedikitnya terdapat 3 kontroversi dari surat ini. Pertama, keberadaan naskah asli Supersemar. Kedua, proses surat tersebut terbit. Ketiga, hasil penafsiran (interpretasi) oleh Soeharto.
Baca Juga: Sederet Peristiwa Penting pada 8 Maret: Hari Perempuan hingga Jatuhnya Pesawat MH370
“Walau Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia menyimpan 3 versi naskah tersebut, ketiganya tidak otentik,” tulis laman ini.
Lebih lanjut, melansir dari laman Kompas menulis bahwa latar belakang terbitnya Supersemar “dikabarkan” bahwa Sukarno memberi mandat kepada Soeharto untuk mengatasi stabilitas politik di dalam negeri akibat aksi dari Gerakan 30 September 1965.
“Banyak pihak meragukan (Supersemar), apalagi naskah asli (Supersemar) tidak juga ditemukan hingga saat ini,” demikian melansir dari laman tersebut.
Surat ini berdampak panjang. Soeharto bergerak cepat, salah satunya dengan membubarkan Partai Komunis Indonesia. Bahkan, sederet menteri ikut ditangkap, tak lama setelah Supersemar terbit. Perlahan, kekuasaan Sukarno pun menurun.
Baca Juga: Beda dari May Day, Berikut Sejarah Singkat Hari Pekerja Indonesia Tiap 20 Februari
Masih dari laman Kompas, Supersemar terbit bukan berasal dari keinginan Sukarno sendiri, melainkan dari tekanan. Sebelum 11 Maret 1966, Sukarno dibujuk agar menyerahkan kekuasaannya kepada Soeharto. Namun, dia menolak, bahkan marah.
“Terlihat ada usaha untuk menekan Sukarno, juga ada pengiriman 3 jenderal ke Istana Bogor,” sambung laman Kompas.
Kompas juga melanjutkan bahwa bagi Sukarno, surat ini bukan pengalihan kekuasaan atau transfer of authority. Surat ini bermaksud untuk mengendalikan keamanan, termasuk keamanan Sukarno sendiri sebagai presiden serta keluarganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








