• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Candi Jawi.

Keindahan Candi Jawi di Pasuruan, Jawa Timur. (Foto: Traveloka.com)

Sejarah Candi Jawi Pasuruan, Keindahan Arsitektur Memikat Pengunjung: Simak Harga Tiket Masuk Terbaru 2025

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Pendidikan, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Pasuruan, sebuah kota yang kaya akan sejarah, menyimpan sebuah peninggalan berharga yang patut Anda kunjungi, yaitu Candi Jawi.

Candi Jawi berada di Desa Candi Wates, tepatnya di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasinya yang berada di kaki Pegunungan Arjuna-Welirang menawarkan pemandangan alam yang memukau dan suasana yang tenang, menjadikannya tempat yang ideal untuk wisata sejarah dan budaya. Candi Jawi bukan hanya menjadi simbol kejayaan masa lalu, tetapi juga menawarkan pesona alam yang luar biasa.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

13/06/2026 11:41 AM

Candi Sarat Sejarah

Melansir dari pasuruankab.go.id, Candi Jawi dibangun sekitar tahun 1300 Masehi dan diyakini merupakan tempat pemujaan bagi Raja Kertanegara, raja terakhir dari Kerajaan Singasari. Candi ini berfungsi sebagai tempat pendharmaan atau tempat penyimpanan abu jasad Raja Kertanegara setelah beliau meninggal.

Terlepas dari fungsinya, Candi Jawi juga mencerminkan perpaduan antara ajaran Hindu Siwa dan ajaran Buddha yang menunjukkan adanya sinkretisme antara kedua agama besar tersebut.

Baca Juga: Pemandian Alam Banyu Biru, Destinasi Wisata Unik di Pasuruan

Dengan relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah spiritual, baik dari ajaran Hindu maupun Buddha, Candi Jawi menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan perkembangan agama pada masa Kerajaan Singasari. Selain itu, keunikan relief-relief ini juga mencerminkan kompleksitas dan kedalaman pemikiran keagamaan yang berkembang pada masa itu.

Keindahan Arsitektur yang Memikat

Candi ini memiliki arsitektur yang begitu menawan. Juga memiliki struktur yang tinggi dan ramping, serupa dengan Candi Prambanan yang ada di Jawa Tengah. Candi ini dibangun menggunakan batu andesit yang memberikan kesan kokoh dan tahan lama, serta di sekelilingnya terdapat pagar bata setinggi 2 meter yang melindungi.

Salah satu daya tarik utama Candi Jawi adalah relief-relief yang terdapat pada kaki candi. Meskipun beberapa bagian relief belum bisa terbaca secara utuh karena sudah rusak, namun kisah spiritual yang tergambar pada relief tersebut tetap memikat perhatian banyak orang.

Relief pada bagian tubuh candi pun menunjukkan adanya hiasan-hiasan yang menceritakan tentang upacara keagamaan, termasuk pradaksina yang berhubungan dengan penghormatan kepada dewa. Atap candi yang menyerupai pagoda dengan tiga tingkatan juga menjadi simbol keagamaan yang khas.

Bagian atap candi ini menggunakan batu putih yang kontras dengan batu andesit yang digunakan pada bagian bawah dan tubuh candi. Dengan latar pegunungan yang indah, Candi Jawi menjadi tempat yang tepat untuk merenung dan meresapi keagungan masa lalu.

Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Selain menawarkan keindahan arsitektur, juga dilengkapi dengan pemandangan alam yang memukau. Letaknya yang berada di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, membuat candi ini memiliki udara yang sejuk dan pemandangan pegunungan yang menenangkan.

Jika ingin mengunjungi candi ini, Anda bisa mencapai lokasi dengan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Surabaya. Dari Terminal Pandaan, Anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum menuju Tretes atau Trawas hingga sampai di depan kompleks candi.

Candi Jawi Pasuruan.
Candi Jawi tampak depan. (Foto: Pemerintah Kabupaten Pasuruan)

Sebagai salah satu peninggalan sejarah yang dilindungi oleh undang-undang, candi ini juga sering dijadikan tempat untuk menggelar Pentas Seni Bulan Purnama. Setiap malam bulan purnama, di kompleks candi ini diadakan pertunjukan seni yang menggambarkan legenda asal-usul candi yang bercerita tentang seorang puteri Bali yang harus bersembunyi karena kecantikannya. Tentu saja, ini adalah pengalaman budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Jadwal Buka dan Tiket

Jam operasionalnya setia Minggu-Sabtu: pukul 08.00-16.00 WIB, Jumat: 08.00-16.30 WIB. Kamu cukup mengeluarkan biaya parkir saja tanpa ada tiket masuk ke candi, dan kamu juga bisa menggunakan pemandu wisata yang tersedia, dengan tarif sekitar Rp50.000 per sesi.

Pemandu ini akan memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah, relief, dan makna penting yang terkandung dalam candi sehingga pengalamanmu lebih berkesan dan informatif.

Pengalaman Mengunjungi Candi Jawi

Candi Jawi tidak hanya menyajikan sisi arsitektur dan sejarahnya yang luar biasa, tetapi juga menawarkan kesempatan untuk menikmati seni dan budaya setempat. Jika Anda berkunjung ke Pasuruan, jangan lewatkan untuk singgah di tempat ini dan menyelami sejarah yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Tayang Perdana Hari Ini, Film Horor Terbaru Almarhum Sensasi Mencekam Mitos Selasa Kliwon

Dengan segala pesona alam dan keindahan yang dimilikinya, Candi Jawi menjadi pilihan wisata yang mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam sejarah Kerajaan Singasari dan kejayaan masa lalu. Keberadaan candi ini yang telah berusia lebih dari 700 tahun, menjadi saksi bisu perjalanan panjang budaya dan agama di Indonesia. Jadi, apakah Anda siap untuk menjelajahi keindahan dan sejarah yang tersembunyi di Candi Jawi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Pasuruan hari iniDestinasi wisata di PasuruanKabupaten Pasuruan hari iniTiket masuk Candi JawiWisata sejarah Pasuruan
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Kuliner Khas Banyuwangi.

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Buruan Wisatawan, Kuliner Khas Banyuwangi Makin Populer

by Dwi Linda
13/06/2026 9:18 AM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki beragam destinasi wisata alam menarik, mulai dari Kawah Ijen,...

Next Post
Camat Asemrowo.

DPRD Surabaya Wanti-Wanti Pejabat Publik Pemkot usai Video Camat Asemrowo Viral

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID