• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Normalisasi Arung atau lorong bawah tanah yang merupakan bukti peninggalan sejarah di Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Normalisasi Arung atau lorong bawah tanah yang merupakan bukti peninggalan sejarah di Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. (Foto: Pipit syahrodin)

Sejarah Desa Keling Kediri, Pernah jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit dan Persinggahan Trunojoyo

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Sejarah peradaban Kediri tidak ada habisnya untuk diterlusuri. Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri adalah salah satu bukti peradaban itu. Desa ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Majapahahit di masa kepemimpinan Girindrawardana, sekitar tahun 1486—1498.

Selain itu, desa ini juga disebut-sebut pernah menjadi persinggahan Trunojoyo, raja dari Bangkalan Madura. Terutama setelah Trunojoyo melawan atas kekuasaan Amangkurat I pada tahun sekitar 1674. Trunojoyo memang ditangkap di kawasan Gunung Kelud setelah Amangkuta II bersekutu dengan VOC.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Eko Priatno, kepala museum dan purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri, mengatakan desa di kaki Gunung Kelud tersebut memiliki bukti sejarah yang membuktikannya sebagai tempat yang istimewa. Yaitu pada Prasasti Jiu Negara Kertagama yang mengarah pada kata I – Keling atau Batara Keling berartinya raja terakhir Majapahit. Ia bernama Girindrawardana.

“Girindrawardana adalah Raja yang memindah Ibu kota dari Trowulan menuju ke Daerah Keling di abad akhir sekitar 14 hingga 15,” ungkapnya saat menjadi Pemateri diskusi di Lokasi Wisata Goa Jegles, Sabtu (22/1/2022).

Eko menjelaskan bukti sejarah tersebut menandakan ada perpindahan pusat pemerintahan dari Kerajaan Majapahit yang berada di Trowulan ke daerah Keling. Namun, lokasi yang di maksud itu berada di mana masih perlu penelitian lebih lanjut.

“Sudah banyak sumber yang mengatakan semua itu, namun, di mana tempatnya ya itu yang perlu dicari,” jelasnya.

Sejarah Desa Keling tidak hanya sampai di situ, tapi hingga pada zaman kolonial Belanda. Eko menyebut di desa tersebut juga dijadikan sebagai tempat persinggahan atau persembunyian tokoh besar yang melawan adanya penjajahan.

Trunojoyo abad 16 berhasil mengalahkan raja Kerajaan Mataram, Amangkurat I, yang saat itu bersekutu dengan Belanda. Tapi akhirnya Trunojoyo ditangkap dan dibunuh di sebuah lorong-lorong Lereng Gunung Kelud oleh Amangkurat II yang bersekutu dengan VOC. Dia tidak terima ayahnya, Amangkurat I, dikalahkan. Trunojoyo meninggal di Tegal Anom. Hal tersebut mengarah pada Desa Keling yang memiliki peninggalan berbentuk lorong atau Arung tersebut.

“Kalau kita lihat, daerah di sekitar lerang Gunung Kelud yang memiliki lorong-lorong itu berada di Desa Keling, lorong/arung tersebut adalah peninggalan kerajaan yang merupakan ibu kota,” kata Eko.

Dari data tersebut semakin memperkuat nilai sejarah Desa Keling. Eko mengatakan dari sejarah tersebut dapat di Kembangkan menjadi indentitas desa yang dapat dikenalkan ke masyarakat dan dapat dikembangkan.

“Publik supaya tahu ternyata Desa Keling dulu ibu kota Kerajaan,” pungkasnya.

Tags: Amangkurat IIGunung KeludKerajaan MajapahitRaden TrunojoyoSejarah Kediri
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
rsangka Muhammad Qomarrudin (kiri) dan Ahmad Rizki (kanan) saat diamankan ke Mapolres Pasuruan.

Lama Menganggur, Dua Pria di Pasuruan Edarkan Ribuan Pil 'Y'

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID