• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Festival kentongan di Jember sebagai upaya melestarikan dan mempelajari sejarah. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Festival kentongan di Jember sebagai upaya melestarikan dan mempelajari sejarah. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Sejarah Unik Alat Musik Kentongan di Jember: Tidak Sekadar untuk Patrol, Begini Penjelasan Akademisi Unej

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Mendengar kata “kentongan”, pasti identik dengan alat musik tradisional yang digunakan saat patrol atau rondaan. Hampir di berbagai daerah di Indonesia tidak asing dengan alat musik yang satu ini.

Di Kabupaten Jember, kentongan memiliki perjalanan sejarah yang cukup unik. Tidak terbatas sebagai alat patrol, kentongan memiliki hubungan dengan budaya masyarakat Jember, khususnya terkait mata pencarian.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Akademisi Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Jember (Unej) Guruh Prasetyo menjelaskan konteks sejarah kentongan di Kabupaten Jember dapat dikaitkan dengan berbagai konteks. Mulai dari pembukaan lahan tembakau yang menempatkan penduduknya sebagai masyarakat agraris.

Baca Juga: Angka Kriminal di Kota Mojokerto Menurun selama 2024: Tertinggi Kasus Penipuan

“Kemudian masyarakat agraris ini mempunyai kegemaran, salah satunya Getakan Doro. Jadi Getakan Doro ini yang kemudian nanti memunculkan seni musik kentongan,” ujar Guruh Prasetyo saat ditemui Tugujatim.id beberapa waktu lalu.

Ketikan kentongan digunakan sebagai alat patrol yang berfungsi untuk membangunkan atau memberi tanda bahwa kepada masyarakat, berbeda dengan masa lalu kentongan di Jember.

“Kentongan ini bukan ditujukan kepada manusia, tapi ditujukan pada merpati, ini sesuatu hal yang unik dan ini berbeda konteks dengan patrol,” jelasnya.

Guruh Prasetyo melanjutkan, masyarakat Jember yang gemar Getakan Doro pada saat itu melepaskan merpatinya untuk terbang dan memanggilnya kembali dengan membunyikan kentongan. Keberhasilan seorang master merpati, dapat dilihat ketika membunyikan kentongan dan berhasil menggaet merpati lawan untuk hinggap di tempatnya.

Baca Juga: Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Tuban Turun, Kasus Tabrak Lari Justru Naik Signifikan pada 2024

“Merpati milik lawan ini nanti akan disembelih, kemudian ada konotasi bahwa penyembelihan tersebut seperti ngece (mengejek lawan, Red), ini lho merpatimu saya gaet, saya ambil, lalu kemudian saya sembelih, lalu kemudian diiringi dengan musik kentongan seperti itu, secara instrumen penuh,” papar Guruh Prasetyo.

Dirinya juga menjelaskan terkait perubahan budaya kontemporer, fungsi kentongan di masa awal pembukaan Jember sekitar Abad ke-20 digunakan sebagai media pemanggil merpati.

“Namun, pasca 1965 ketika ada peristiwa G30 SPKI, itu kemudian ada perubahan fungsi. Jadi kentongan bukan lagi media yang digunakan untuk memanggil merpati, tapi digunakan sebagai media untuk patroli dan ini yang berkembang sampai sekarang,” pungkas Guruh Prasetyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Asal mula kentongan di JemberBerita Kabupaten Jember hari iniFungsi kentonganKabupaten Jember hari iniSejarah kentongan di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Kopitiam di Jember.

3 Rekomendasi Kopitiam di Jember, Tempat Nyaman untuk Anak Muda Nongkrong dengan Nuansa Klasik hingga Modern

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID