Selain Kota Malang, Empat Negara Ini Juga Terapkan Plastic Ban

  • Bagikan
Ilustrasi sampah plastik/Unsplash
Ilustrasi sampah plastik/Unsplash

Tugujatim.id – Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 8 Tahun 2021 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Kebijakan itu dibuat demi menanggulangi bencana banjir yang kerap terjadi karena drainase yang tersumbat karena sampah, terutama saat hujan deras.

Dalam aturan itu dijelaskan bahwa akan ada larangan penggunaan pembungkus/kemasan/tutup berbahan plastik sekali pakai. Peraturan ini akan berlaku secara merata tidak hanya kepada sektor usaha, tapi juga kepada seluruh masyarakat Kota Malang. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Maret 2021.

BANNER DONASI

Nah, plastik sendiri masih menjadi problematika utama, baik di Indonesia maupun di beberapa negara lainnya. Polusi dan bencana banyak disebabkan karena sampah plastik. Karena itu, langkah tegas harus diambil demi menjaga lingkungan hingga masa yang akan datang. Salah satunya dengan menetapkan peraturan plastic ban.

Dengan pembatasan, bahkan pemberian denda dalam penggunaan plastik, sedikit banyak akan mengurangi jumlah plastik yang ada di dunia. Selain Kota Malang yang melarang memakai plastik sekali pakai, Tugu Jatim pun akan menyajikan beberapa negara dengan penerapan plastic ban:

1. Kanada
Larangan penggunaan kantong plastik, sedotan, dan beberapa jenis plastik sekali pakai lainnya akan mulai diberlakukan di Kanada pada tahun ini. Dilansir dari detik.com, agenda ini termasuk dalam agenda iklim dan lingkungan Perdana Menteri Justin Trudeau. Aturan ini sesuai dengan target kebijakan yang sedang berjalan di Eropa. Kanada sendiri membuang kurang lebih tiga ton sampah plastik setiap tahun, sedangkan hanya sebesar 9% dari sampah tersebut yang bisa didaur ulang.

2. Skotlandia
Berbeda dengan Kanada yang kebijakannya baru akan berlaku pada tahun ini, Skotlandia telah melarang penggunaan plastik sejak 2014. Dilansir dari indozone.id, Pemerintah Skotlandia akan memberlakukan denda sebesar lima pence atau sekitar seribu rupiah kepada siapa pun yang kedapatan menggunakan kantong plastik saat berbelanja.

3. Jerman
Kabinet Jerman akan mulai memberhentikan penjualan dan melarang penggunaan plastik sekali pakai pada Juli 2021. Dilansir dari dw.com, kebijakan ini diberlakukan demi menghilangkan budaya “senang membuang” yang kerap dilakukan masyarakat Jerman. Kebijakan ini juga sejalan dengan program Uni Eropa.

4. Rwanda
Sudah berjalan selama 11 tahun, Rwanda telah menerapkan larangan penggunaan plastik berlebihan sejak 2008. Berbagai sanksi akan diberlakukan, tergantung siapa dan apa pelanggaran yang dibuat. Seperti yang dilansir kumparan.com, penyelundup atau pengimpor plastik akan dikenakan sanksi penjara selama enam bulan. Selain itu, masyarakat akan diminta untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka jika kedapatan menggunakan plastik secara sengaja. Hingga saat ini masyarakat Rwanda telah terbiasa membawa tempat atau kantong pribadi ketika berbelanja. (Nadia Salma/ln)

  • Bagikan