Selama 3 Bulan Terakhir, 135 Perawat di Kota Kediri Terpapar Covid-19 - Tugujatim.id

Selama 3 Bulan Terakhir, 135 Perawat di Kota Kediri Terpapar Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi nakes yang sedang memvaksinasi masyarakat Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)
Ilustrasi nakes yang sedang memvaksinasi masyarakat Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kediri membuat tenaga kesehatan (nakes) harus bekerja keras. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, ada 135 perawat yang terpapar Covid-19.

Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Kediri Erwanto mencatat 3 perawat di Kota Kediri meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Dia menerangkan, 3 nakes meninggal dunia pada Rabu (04/08/2021). Erwanto menyebut, nakes tersebut sudah mendapatkan perawatan yang lama.

“Nakes yang ketiga ini masih muda, tapi memang sudah dirawat lama,” ungkap Erwanto pada Kamis (05/08/2021).

Bahkan, DPD PPNI Kota Kediri juga mencatat ada 135 perawat yang terpapar Covid-19 dari 2.035 perawat sejak Juni-Agustus 2021. Ditanya tentang wacana vaksinasi untuk nakes tahap ketiga, Erwanto mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pemerintah. Tapi, dia berharap wacana tersebut bisa segera digulirkan untuk nakes. Dia menjelaskan adanya vaksinasi tahap ketiga itu diharapkan akan meningkatkan imunitas terhadap virus Covid-19.

Ilustrasi nakes yang melayani program vaksinasi untuk masyarakat Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)
Ilustrasi nakes yang melayani program vaksinasi untuk masyarakat Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

“Kita belum dapat info resmi terhadap vaksinasi nakes, tapi kalau memang ada itu ya kami bersyukur,” imbuhnya.

Selain itu, Erwanto menilai gelombang kedua kasus Covid-19 ini harus disikapi dengan dewasa dan bijaksana. Dia berharap masyarakat mau lebih mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, jumlah nakes sangat terbatas. Jadi, saat ini layanan kesehatan diharapkan untuk memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan penanganan kesehatannya.

Erwanto mengakui hampir 2 tahun pandemi, secara psikologis nakes mengalami kelelahan. Tapi, dia berharap agar nakes tetap bersemangat dan mengabdi untuk masyarakat.

“Dengan adanya penanganan di awal mungkin tracing dan prokes dari masyarakat, semestinya nakes menjadi garda terakhir, tapi sekarang malah menjadi garda terdepan untuk menangani virus,” ujar Erwanto.

  • Bagikan