Selama 3 Hari Penyekatan, Ada 931 Kendaraan di Pos Tanjung Perak Surabaya yang Dipaksa Putar Balik! - Tugujatim.id

Selama 3 Hari Penyekatan, Ada 931 Kendaraan di Pos Tanjung Perak Surabaya yang Dipaksa Putar Balik!

  • Bagikan
Pos penyekatan Polres Tanjung Perak di Jembatan Suramadu, Sabtu (08/05/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Pos penyekatan Polres Tanjung Perak di Jembatan Suramadu, Sabtu (08/05/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Melihat cuaca arus mudik yang masih membandel, banyak warga yang tidak menaati kebijakan dari pemerintah terkait pelarangan mudik mulai 6-17 Mei 2021. Tugu Jatim pun menuju lokasi penyekatan di wilayah Polres Tanjung Perak Surabaya, tepatnya di Jembatan Suramadu. Dan didapati ada sekitar 931 kendaraan yang dipaksa putar balik selama 3 hari penyekatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tanjung Perak Kota Surabaya AKP Eko Adi Wibowo menegaskan, jumlah transportasi yang diminta putar balik tujuan Surabaya-Madura atau Madura-Surabaya pada hari pertama (06/05), kedua (07/05), dan ketiga (08/05). Ada sekitar 76 kendaraan yang terpaksa putar balik pada Sabtu (08/05/2021).

“Untuk hari pertama, ada sekitar dari 730 kendaraan, meliputi 20 bus kami minta putar balik, lalu roda empat sekitar 200-260 kendaraan. Kalau hari kedua cuma sedikit, penurunan 40 persen ada sekitar 110-125 kendaraan. Untuk hari ini (08/05), ada sekitar 76 kendaraan yang putar balik. Total selama 3 hari, ada sekitar 931 kendaraan yang dipaksa putar balik,” terangnya saat ditemui Tugu Jatim di Pos Penyekatan Polres Tanjung Perak Kota Surabaya.

Petugas kepolisian memeriksa secara ketat kendaraan yang melintas.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Petugas kepolisian memeriksa secara ketat kendaraan yang melintas.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

AKP Adi juga menegaskan bahwa pola selektif yang dipakai untuk menentukan kendaraan yang perlu putar balik. Sedangkan yang diperbolehkan melintasi Jembatan Suramadu bakal ditempel stiker sebagai tanda perizinan.

“Jadi, tetap pola-polanya, selektif yang terutama pelat yang ada di luar Jawa Timur. Kalau memang pelat luar Surabaya, tapi memang warga Surabaya nanti akan diberi stiker (sebagai tanda diizinkan, red),” tegasnya.

Padat kendaraan saat masa penyekatan.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Padat kendaraan saat masa penyekatan.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Sedangkan untuk warga yang melintasi dan tidak memenuhi surat penugasan, tidak menyertakan hasil rapid tes antigen Covid-19, serta mempunyai tujuan mudik, AKP Adi menjelaskan, meminta kendaraan itu putar balik.

“Kalau yang tidak memenuhi surat kerja terus tidak membawa rapid antigen (Covid-19, red), tujuannya mudik, ya kami minta putar balik. Kendaraan kami tahan seperti tadi. Penembusan saya minta ke satpol-PP (satuan polisi pamong praja, red) untuk dibawa ke Indrapura,” imbuhnya.

Mengenai pelanggaran dan upaya penyelundupan dari pelaku mudik di badan truk, di atas ban truk, memakai mobil ambulans, atau berbagai siasat lainnya, AKP Eko mengatakan, jarang ditemui di wilayah Polres Tanjung Perak dan Jembatan Suramadu.

“Jadi, kalau ke arah Madura, jarang. Mungkin sudah tersekat di wilayah Polrestabes Surabaya dan wilayah Lamongan, kalau di sini jarang,” ujarnya.

  • Bagikan