Wellington, Selandia Baru – Selandia Baru lagi-lagi sukses ‘mengalahkan’ virus corona untuk yang kedua kalinya. Hari ini, kasus COVID-19 yang menyebar di komunitas di negara tersebut sama sekali tidak ada. Terhitung, hanya ada 3 kasus aktif yang kini ditangani pemerintah dan menjalani masa isolasi dan karantina.
Karena hal tersebut, Selandia Baru tak perlu lagi menerapkan protokol kesehatan ketat seperti di Indonesia atau negara lain. Warga Selandia Baru juga tak diwajibkan memakai masker di tempat umum meski tetap dianjurkan.
Informasi bahwa semua kasus pasien COVID-19 klaster komunitas di negeri tersebut telah pulih tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Selandia Baru, Chris Hipkins.
“Warga Selandia Baru sekali lagi melewati tindakan kolektif mereka membasmi virus. Melalui sistem yang telah dikembangkan dan dikuatkan sejak gelombang pertama COVID-19, semuanya bekerja dengan efektif untuk mengejar virus ini, mengisolasinya, dan memusnahkannya,” beber Hipkins seperti dilansir New Zealand Herald.
Pihaknya menjelaskan bahwa total kali ini hanya terdapat 3 kasus aktif, Hal itupun merupakan kasus warga yang baru datang dari luar negeri.
Dua kasus berasal dilaporkan hari ini tiba dari Ethiopia melalui Dubai pada tanggal 23 September. Sedangkan satu kasus lain juga datang dari Dubai pada 29 September lalu.
“Ini benar-benar kabar baik, tapi seperti biasa kami tidak bisa duduk santai. Kewaspadaan terus menerus dan kerja tim. Dengan semua orang memainkan peran mereka untuk memastikan kami tetap unggul di atas virus, perlu menjadi normal baru kami untuk beberapa waktu mendatang,” lanjut Hipkins.
Untuk diketahui, sejak 11 Agustus, ada 186 kasus komunitas COVID-19 yang dilaporkan. Yang mana 179 orang terkait dengan klaster di Kota Auckland pada Agustus lalu, enam orang terkait dengan kelompok pengungsi yang kembali di Christchurch, dan pekerja dari fasilitas isolasi yang dikelola di Rydges.
Tentu saja suksesnya Selandia Baru itu bukan hal mudah, Sebab, dibutuhkan peran berbagai macam pihak yang memang serius menangani pandemi global tersebut.
“Skala dan kecepatan respons memastikan virus tidak diizinkan menyebar tanpa hambatan. Karena orang bekerja sepanjang waktu untuk mengidentifikasi dan mengisolasi kasus dengan cepat saat muncul di komunitas kami. Kemudian kami melacak dan menguji kontak mereka,” kata Chris Hipkins.
Kewaspadaan Kota Auckland Bakal Turun ke Level 1 Seperti Kota-Kota Lain di Selandia Baru
Setelah penyebaran virus di Kota Auckland yang terjadi Agustus lalu tertangani, level kewaspadaan kota tersebut bakal kembali turun ke level 1. Artinya, orang-orang tak diwajibkan lagi memakai masker meski tetap dianjurkan. Waspada Level 1 itu bakal dimulai pada Rabu, 7 Oktober pukul 23.59 malam nanti.
Selain tak wajib memakai masker di tempat publik, warga Selandia Baru juga harus diam di rumah dan dites jika sakit. Selain itu disarankan untuk terus menggunakan aplikasi tracking virus corona untuk tempat-tempat yang rawan. Di sektor bisnis, mereka diwajibakan tetap menggunakan kode QR. Protokol Kesehatan seperti cuci tangan sedikitnya 20 detik juga tetap dilakukan. Sedang terakhir warga juga dianjurkan tetap berusaha menjaga jarak dengan orang lain. (gg)








