MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kendala pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) membuat sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto sempat berhenti beroperasi. Akibatnya, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG di Mojokerto sempat terhenti untuk sementara waktu.
Dari informasi yang dihimpun, sebagian besar SPPG di Mojokerto mengalami kendala yang sama yakni pencairan dana dari BGN belum beres. Sementara, sedikitnya terdapat 10 SPPG di Kota Mojokerto telah beroperasi, salah satunya SPPG Wates.
Baca Juga: Dapur SPPG di Baureno Bojonegoro Terbakar, 2 Orang Luka Bakar
“Berhenti operasi (sementara) karena VA belum turun. Besok sudah beroperasi kembali. Terima kasih,” terang Kepala SPPG Wates, Kota Mojokerto, Devi, saat dikonfirmasi, Rabu (04/02/2026).
Kota Mojokerto Memasok Hampir 4 Ribu MBG Per Hari
Devi menambahkan, kendala pencairan dana dari BGN tidak hanya dialami oleh SPPG Wates saja. Masalah tersebut juga dialami oleh SPPG lainnya.
“Ada banyak kok SPPG yang terkendala hal yang sama, besok mungkin sudah jalan normal kembali seperti biasanya,” ujarnya.
Sebagai informasi, SPPG Wates, Kota Mojokerto memasok 3.997 porsi MBG setiap harinya. Porsi tersebut disalurkan untuk 20 kelompok penerima manfaat, yakni 20 sekolah dan 7 posyandu.
Baca Juga: Operasi Dapur SPPG di Jember Terhenti gegara Banjir, Ternyata Belum Kantongi Izin Bangunan dan SLHS
Sementara itu, SPPG lainnya yang masih terlihat beroperasi seperti biasa adalah Kauman dan Meri. Pasalnya, dapur-dapur ini masih memasang informasi tentang menu yang disalurkan.
Namun, sebagai catatan, kejadian SPPG yang stop operasi sementara akibat kekurangan dana tidak terjadi kali ini saja. Pada Desember tahun lalu, sebagian SPPG di Mojokerto juga sempat mandek akibat kendala pencairan dana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








