• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)

Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)

Sensasi Ngopi Pagi di Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Bisnis, Featured, News, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sinar matahari mulai menyingsing di pojok perempatan Pasar Klojen, Kota Malang, yang ramai. Tampak ada bangunan tua yang di atas gedungnya terpampang tiga baliho film lawas. Dari jauh tempat ini terlihat seperti sebuah bioskop tua yang sedang mempromosikan tayangan film. Namun, siapa sangka ketika didekati, di bawahnya ada plang tanda dengan tipografi gaya 60-an “Kedai Kopi Djaja Klodjen 1956” bertulis tagline Diasah, Sedoeh, Sangrai. Ya, ternyata tempat ini merupakan kedai kopi berkonsep unik nan jadul yang belakangan ramai di kalangan warganet.

Owner Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang Didik Sapari. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)
Owner Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang Didik Sapari. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)

Kami mencoba menikmati pengalaman ngopi di bangunan cagar budaya ini. Memasuki pintu kedai, aroma kopi otentik mulai tercium, bahkan tampak mesin roasting (penyangrai) kopi hingga suasana jadul makin terasa. Sebab, di kanan-kirinya didukung hiasan dinding bertemakan poster lawas. Beberapa toples berisi biji kopi pun berjejer rapi di atas meja barista yang berhadapan langsung dengan meja pengunjung. Selain menu kopi, kedai ini juga menjual rokok legendaris berbagai merek, jajanan gorengan di meja turut melengkapi suasana pagi.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

Ramainya pengunjung tampak hingga trotoar di depan kedai, terlihat pula antrean pembeli daging membaur dengan pengunjung kedai kopi karena bangunan ini bersebelahan dengan Kios Daging Bu Kaji Klojen yang legendaris itu.

Kami pun bertemu langsung dengan pengelolanya, yaitu Didik Sapari. Pria yang sejak 2012 lalu menggeluti event festival kopi ini mengaku bahwa awalnya tak tebersit ide untuk membuat konsep kedai kopi bertemakan kopi pasar. Sebelumnya dia akan mengonsep kedainya bergaya Coffee Shop Heritage yang menurutnya ribet dan perlu budget yang lebih. Dia akhirnya memutuskan untuk merespons ruang seadanya dengan dilengkapi barang bekas agar terkesan ramah lingkungan.

Pengunjung bisa bercengkerama di Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang Didik Sapari. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)
Pengunjung bisa bercengkerama di Kedai Klodjen Djaja 1956 Malang Didik Sapari. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)

“Awalnya idenya spontan saja sih. Awal konsepnya rodok apik, Mas. Ternyata dari waktu ke waktu membuat konsep seperti yang direncanakan akan lama prosesnya. Konsep kopi pasar saja karena dekat dengan Pasar Klojen. Akhirnya seadanya, bukan seperti coffee shop, tapi lebih pada kopi yang ada di pasar,” terangnya.

Pria yang mulai membuka kedai Kopi Klodjen baru dua bulan ini mengungkapkan, dia menempatkan konsep unik dengan memasang baliho film lawas agar menarik perhatian warga.

“Karena ini bangunan lama, wes tak buat bioskop-bioskopan ae, banyak yang tertipu dikira bioskop beneran,” lanjutnya.

Ramai pengunjung di Kedai Klodjen Djaja 1956. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)
Ramai pengunjung di Kedai Klodjen Djaja 1956. (Foto: Dicky/Tugu Jatim)

Menariknya konsep kedai ini adalah menghadirkan suasana hiruk pikuk pasar yang terkesan tradisional dan komunal, seperti di daerah Tanjung Pinang dan Bangka Belitung, suasana kopi rakyat. Pengunjung juga dapat menikmati jajanan di luar kedai seperti jajanan kue basah. Sebab, di luar kedai banyak penjual jajanan tradisional.

“Kami tidak menghalangi orang bawa makanan ke sini, biasanya kan tidak boleh membawa makanan dari luar. Kalau kami saat pandemi seperti ini berkolaborasi saja. Saat malam, di sebelah ada nasi goreng, roti bakar, lalapan, bacem, martabak terang bulan, bawa ke sini tidak saya larang,” tambahnya.

Didik Sapari juga mengatakan, ini merupakan kedai keenam yang dia buat, antara kedai satu dan kedai yang lainnya berbeda konsep. Dan yang lebih menarik dari kedai kopi ini adalah menghadirkan budaya ngopi pagi yang selama ini jarang ditemui di Malang. Jam buka kedai dari pukul 06.00-10.00. Kemudian buka lagi pukul 16.00-22.00.

“Saya menganalisis usaha saya kenapa buka pagi karena pasar itu ramainya pukul 06.00-10.00,” terangnya.

Kedai kopi ini tidak mengelompokkan pengunjung, itu terbukti di kedai kopi ini lintas usia pengunjungnya karena konsepnya untuk semua orang yang bertemu di pasar.

“Yang beli juga, mohon maaf, penjual-penjual gado-gado, penjual nasi kuning, tukang parkir, tukang becak, tukang ojek, sampai anak-anak milenial,” ungkapnya sambil tersenyum.

Pengunjung kedai ini tidak hanya dari Kota Malang, tapi juga dari luar kota. Mereka mampir karena sempat viral di beberapa media sosial. Banyak pengunjung yang penasaran, mencoba ngopi pagi dengan konsep yang unik dan jadul, walau hanya untuk mengabadikan momen dengan ber-swafoto.

Kedai yang berada di sudut Jl Cokroaminoto, Kota Malang, ini menjual menu kopi dan jajanan yang bervariasi dengan harga terjangkau, karena mulai dibanderol dengan harga Rp 3 ribu. Menu andalan dari kedai ini adalah Kopi Djaja, yaitu racikan khas kedai ini yang berasal dari perpaduan kopi Robusta Gunung Arjuna dan Arabika Buleleng Bali.

“Saya mencoba kopi Malang Robusta Arjuno di-blend sama kopi Buleleng Bali Arabika,” jelasnya.

Tags: Kedai Kopi Djaja Klodjen 1956Kedai ngopiKota MalangNgopi viralPasar KlojenSensasi ngopi pagi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Tempat jogging Surabaya

12 Tempat Jogging Surabaya Favorit Warga dengan Udara Sejuk

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 2:39 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Mencari tempat jogging Surabaya yang nyaman dengan udara sejuk kini bisa kamu dapatkan dengan mudah. Yuk simak!...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Next Post
Pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Muharto, Kecamatan Kedungkandanng, Kota Malang. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Pasar Takjil Kota Malang Boleh Beroperasi, asal Patuhi Peraturan Ini...

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID