Sepekan, 500 Pasien Isoman di Kabupaten Malang Digeser ke Isoter - Tugujatim.id

Sepekan, 500 Pasien Isoman di Kabupaten Malang Digeser ke Isoter

  • Bagikan
Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau Safe House Rusunawa Kepanjen, Rabu (18/8/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) isoman
Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau Safe House Rusunawa Kepanjen, Rabu (18/8/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang setidaknya telah memindahkan kurang lebih 500 pasien yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah dan digeser ke tempat isolasi terpusat (isoter). Pemindahan yang dilakukan selama sepekan ini sebagai upaya antisipasi penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

Pemindahan warga isoman ke isoter ini juga merupakan instruksi langsung dari Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan usai meninjau pelaksanaan PPKM di Malang Raya pekan lalu.

Berdasarkan data isoman dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sejauh ini jumlah isoman di Kabupaten Malang ada sebanyak 1.074 orang. Pemkab Malang juga telah menyediakan 33 isoter di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

“Jadi sekitar 500 isoman sudah masuk ke isoter. Ini sesuaian dengan target dari kementerian, minimal 50 persen masuk isoter,” ujar Sanusi, Rabu (18/8/2021).

Bupati Malang, HM Sanusi meninjau Isoter Singosari, Rabu (18/8/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Bupati Malang, HM Sanusi meninjau Isoter Singosari, Rabu (18/8/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Sanusi secara langsung juga melakukan peninjauan proses pemindahan isoman ke 10 titik isoter di Kabupaten Malang. Di antaranya, Isoter Singosari, Lawang, Pakis, Jabung, Tumpang, Poncokusumo, Wajak, Turen, Gondanglegi dan Pakisaji.

Selain itu, dia juga mengunjungi tempat isolasi di Safe House Rusunawa Kepanjen. Dimana titik ini menjadi titik terakhir yang dia tinjau dalam sehari.

“Dari 10 isoter kecamatan yang kita kunjungi hari ini, bagi isoman yang memungkinkan bisa dipindah ke isoter, semua sudah dimasukkan ke isoter,” paparnya.

Sanusi menuturkan bahwa proses pemindahan isoman ke isoter telah berjalan dengan baik. Dimana dari 10 isoter kecamatan yang dikunjungi, 90 persen warga isoman telah dipindah ke isoter.

“Dari jumlah yang terkonfirmasi di masing masing kecamatan itu sudah 90 persen ada di isoter,” ujarnya.

Sementara itu menurutnya, 10 persen isoman sisanya memang tidak dapat dipindah ke isoter. Karena memang ada persoalan yang tidak memungkinkan untuk dipindah ke isoter.

Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau Safe House Rusunawa Kepanjen, Rabu (18/8/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Bupati Malang, HM Sanusi saat meninjau Safe House Rusunawa Kepanjen, Rabu (18/8/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Yang tidak bisa dimasukkan ke isoter karena ada kelainan penyakit ikutan seperti komorbid, punya penyakit jantung, darah tinggi, ibu menyusui itu yang tidak bisa digeser ke isoter,” ucapnya.

“Jadi ini dari total isoman yang tidak punya kelainan sudah masuk isoter 100 persen, jadi minggu ini sudah selesai,” imbuhnya.

Selanjutnya, bagi yang tidak bisa digeser ke isoter akan mendapat pemantauan dan perawatan khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Salah satunya melalui telemedicine atau pelayanan medis jarak jauh.

“Bagi yang tidak bisa digeser ke isoter maka akan diberikan perawatan khusus dari Dinkes melalui telemedicine,” tuturnya.

Sanusi juga menyalurkan bantuan kepada isoman yang berada di isoter tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan agar pasien ini bisa segera pulih dari paparan Covid-19.

“Bagi isoman yang masuk isoter kita beri uang saku Rp 100 ribu. Kemudian keluarganya juga kita diberikan sembako dari Pemkab dan juga donasi dari relawan,” tutupnya.

 

  • Bagikan