Sepekan PPKM Darurat, Satpol PP Kota Malang Tindak 94 Warung yang Langgar Jam Malam

  • Bagikan
Petugas Satpol PP Kota Malang saat menyegel tutup sementara salah satu kafe di Malang saat PPKM Darurat. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Petugas Satpol PP Kota Malang saat menyegel tutup sementara salah satu kafe di Malang saat PPKM Darurat. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Di pekan pertama pelaksanaan PPKM Darurat, Satpol PP Kota Malang telah menindak sejumlah 94 tempat usaha yang melanggar aturan jam malam. Puluhan tempat usaha ini beragam, mulai kafe, warung hingga pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Malang Antonio Viera mengungkapkan, 41 tempat usaha di antara jumlah itu, pihaknya memproses BAP teguran tertulis. Lalu, 7 kafe disegel dan 46 tempat usaha lainnya diberikan peringatan pertama.

”Operasi kami lakukan sejak awal PPKM Darurat di berbagai tempat seperti kawasan Sigura-Gura, Sukun, Blimbing, Kedungkandang dan kawasan lainnya,” terang dia dihubungi, Selasa (13/7/2021).

Anton menjelaskan, semua tempat usaha yang ditindak sudah sesuai prosedur dengan memberi surat pertanyaan dulu. Tapi di kemudian hari masih banyak yang membandel sehingga dilakukan tindak penyegelan atau penyitaan barang.

”Total ada 7 kafe yang kami segel karena bandel. Lama masa segel itu tutup 5-7 hari. Kalau masih badel, kita bisa tutup atau cabut izin kafe tersebut,” tegasnya.

Rata-rata, papar Anton, pelaku usaha ini masih banyak yang bandel beroperasi di atas jam 20.00 WIB malam. Juga ada yang tetap melayani dine in (makan di tempat) hingga membuat kerumunan di dalam kafe.

”Paling banyak warung kecil kayak angkringan. Kita beri surat pernyataan, nah kalau sampai bandel lagi ya kita bisa tindak,” katanya.

Dirinya pun mengimbau masyarakat agar taat aturan selama masa PPKM Darurat, demi keselamatan dan kesehatan masyarakat sendiri.

  • Bagikan