TUBAN, Tugujatim.id – Menyambut datangnya Bulan Suro, masyarakat Jawa biasanya memilih untuk lebih menahan diri dan memperbanyak laku spiritual. Tradisi ini juga dijalani oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate), terutama dalam menyambut prosesi pengesahan anggota baru yang berlangsung tiap tahun.
Ketua SH Terate Cabang Tuban Lamidi mengingatkan seluruh anggotanya agar tidak terjebak dalam euforia berlebihan, terutama yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti konvoi di jalanan.
“Bulan Suro bukan waktu untuk pamer kekuatan. Justru ini momen untuk introspeksi dan menunjukkan sikap rendah hati sebagai pendekar sejati,” tegas Lamidi saat dikonfirmasi, Jumat (27/06/2025).
Baca Juga: Operasi Aman Suro, 21.501 Personel Siaga, Polda Jatim Larang Konvoi
Lamidi menambahkan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh anggota SH Terate di Tuban untuk menjaga sikap dan tidak terpancing provokasi. Apalagi, menjelang pengesahan warga baru, biasanya suasana lebih sensitif.
“Kami tidak ingin ada satu pun warga SH Terate yang bertindak ceroboh. Kami tunjukkan bahwa pendekar itu harus bisa menahan diri dan berpikir jernih,” lanjutnya.
Sebagai bentuk antisipasi, SH Terate Cabang Tuban telah menyiapkan ratusan personel dari Pengamanan Terate (Pamter) yang akan diterjunkan selama prosesi pengesahan berlangsung. Selain itu, komunikasi dengan pihak kepolisian juga terus dijalin demi menjaga suasana tetap kondusif.
Lamidi menegaskan, SH Terate akan bersikap tegas jika ada anggotanya yang melanggar hukum. Sanksi disiplin menanti siapa pun yang terbukti mencoreng nama baik organisasi.
“SH Terate tidak kompromi soal aturan. Kalau ada yang melanggar, pasti akan ditindak sesuai prosedur,” ujarnya.
Warga SH Terate Jaga Marwah Warisan Leluhur
Senada dengan itu, Ketua Dewan Cabang SH Terate Tuban Sumarno turut mengimbau warga agar menyambut momen penting ini dengan cara yang lebih bermanfaat.
“Daripada konvoi dan bikin resah, lebih baik kami adakan doa bersama atau membantu menjaga keamanan di lingkungan sekitar,” kata Sumarno.
Menurut dia, marwah SH Terate tidak bisa dibangun lewat aksi ugal-ugalan, tapi lewat sikap yang mencerminkan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Warga SH Terate seharusnya jadi contoh dalam menjaga kedamaian, bukan malah jadi sumber masalah,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








