• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi pelajar Jepang mengikuti Shiken Jigoku, sebagai ujian yang menakutkan bagi para pelajar di Jepang/tugu jatim

Ilustrasi pelajar Jepang mengikuti Shiken Jigoku, sebagai ujian yang menakutkan bagi para pelajar di Jepang. (Foto: Pixabay)

Shiken Jigoku, Ujian Paling Ditakuti Pelajar Di Jepang

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Internasional, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEPANG, Tugujatim.id– Jepang memang terkenal dengan pendidikannya yang bagus. Anak-anak Jepang selain hebat dalam bidang akademik, juga bagus karakternya. Pendidikan karakter yang sangat terkenal dari mereka, salah satunya budaya mengantri.

Namun dibalik masyhurnya pendidikan dan karakter pelajar Jepang, ternyata ada tuntutan yang tinggi bagi pelajar di negeri Sakura ini untuk masuk sekolah-sekolah terbaik. Nah, untuk mewujudkan keinginan ini sama sekali tidak mudah. Mereka harus saling bersaing satu sama lain untuk bisa meraih kursi di kampus terbaik.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Untuk menjadi yang terbaik, mereka harus melalui ujian yang berat dan menakutkan karena persaingannya yang sangat luar biasa. Ujian ini yang disebut dengan shiken jigoku dalam bahasa Jepang, yang berarti ujian yang sangat kejam dan mengerikan. Kita mungkin bisa menyebutnya “ujian neraka.”

Shiken jigoku muncul karena dampak dari kemajuan dunia pendidikan itu sendiri, terutama saat peralihan dari jenjang SMA ke perguruan tinggi. Ditambah lagi sulitnya masuk ke dunia kerja. Dunia kerja di Jepang menerapkan sistem gakureki, yaitu sistem penerimaan pekerja berdasarkan latar belakang akademik.

Ini yang mendorong para pelajar di Jepang berlomba-lomba untuk masuk sekolah terbaik, dengan harapan mudah masuk ke dunia kerja. Selain itu, juga diperkuat lagi dengan tradisi negeri samurai itu yang menganggap bahwa masuk perguruan tinggi terbaik dapat meningkatkan status sosial seseorang.

Sebab-sebab itulah yang membuat, “ujian neraka” ini menjadi suatu tradisi yang tidak hanya diperankan pihak sekolah tetapi juga kesadaran orang tua dan anak yang tinggi terhadap pendidikan yang baik.

Ujian ini, sebetulnya, tidak jauh berbeda dengan yang sering dilaksanakan di Indonesia. Model soalnya juga berupa isian atau pilihan ganda. Hanya saja suasana yang tercipta akibat persaingan yang ketat menyebabkan ujian ini menakutkan bagi pelajar di Jepang.

Anak-anak Jepang mengikuti shiken jigoku sejak masuk TK (Taman Kanak-Kanak) hingga perguruan tinggi. Namun soal-soal yang diberikan pada tingkat TK hanya soal yang mudah dan ringan.

Suasana ‘neraka’ akan terasa mulai di tingkat SMA menuju perguruan tinggi. Pada tahap ini pelajar sudah mengerti dan paham akan pentingnya pendidikan. Mereka bisa memilih ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dan jurusan yang mereka minati.

Akibat adanya budaya ini, kursus atau les tambahan sangat diminati di Jepang. Tidak akan sulit menemukan lembaga-lembaga nonformal yang membuka bimbingan belajar tambahan. Kursus atau les ini biasanya juga membuka kelas khusus persiapan ujian.

Beban yang ditanggung untuk bisa lolos dalam ujian membuat tidak sedikit pelajar yang stres dalam perjalanan mempersiapkan ujian. Apalagi ketika mereka dinyatakan tidak lulus ujian.

Tags: JepangPendidikan Jepangperguruan tinggiShiken Jigokuujian
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani dan baliho Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang bersebelahan di Jalan MT Haryono, Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Jumat (06/08/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

Baliho Puan Maharani-Airlangga Hartarto di Malang Bersebelahan, Pengamat Politik UMM: Itu Penjajakan Publik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID