Sinyal Positif Calon Jemaah Haji Tahun 2022 Akan Berangkat

Sinyal Positif Calon Jemaah Haji Tahun 2022 Akan Berangkat

  • Bagikan
Kepala kantor Kemenag Tuban, M Munir, bersama jajaran pejabat Kemenag Tuban saat ditemui awak media.
Kepala kantor Kemenag Tuban, M Munir, bersama jajaran pejabat Kemenag Tuban saat ditemui awak media. (Foto: Rochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Sinyal positif pemberangkatan haji di tahun 2022 sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Pasalnya, hingga saat pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Agama terus melakukan persiapan dokumen dan hal lainnya.

Meskipun begitu, pihak Kemenag masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah kerajaan Arab Saudi.

“Mudah-mudahan tahun ini ada sinyal pemberangkatan,” ujar kepala kantor Kemenag Tuban, M Munir, kepada awak media, Jumat (1/4/2022).

Munir, sapaan akrabnya, optimis Calon Jemaah Haji (CJH) diberangkatkan karena seperti halnya kegiatan ibadah umrah yang sudah diperbolehkan oleh kerajaan Arab Saudi.

“Di sana sudah membuka layanan, contoh perhotelan dan tempat-tempat yang biasa digunakan jamaah haji sudah dipersiapkan,” terangnya.

Meskipun demikian, pihaknya menekankan, jika keputusan jadi atau tidaknya pemberangkatan CJH tetap tergantung pada pemerintah Arab Saudi.

“Belum ada surat resminya. Tapi sinyal sudah ada. Sebab, tanda-tandanya sudah jelas,” tandasnya.

Jika memang ada pemberangkatan, perlu adanya skema baru yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait kuota yang hanya 50 persen dari jumlah yang ada. Seperti halnya total CJH di Jawa Timur ada sekitar 34 ribu.

Jika diambil setengah harus ada pertimbangan yang menguatkan kenapa demikian. Karena, masih kata mantan kepala Kemenag Madiun ini, hampir separo dari total itu lansia.

“Data dari Siskohat Jatim jumlah 34 ribu itu, ternyata setelah dipotong setengah itu kebanyakan Lansia. Dan itu tidak mungkin dilakukan. Sehingga harus dihitung ulang. Lah itu dibutuhkan pertimbangan,” terangnya.

Terlebih lagi, petugas yang direkrut sejak tahun 2020 terutama Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) yang diambil dari pegawai negeri. Sedangkan, selama dua tahun sebelumnya tidak ada pemberangkatan.

“Permasalahan yang terjadi jika mereka (TPHI, red) sudah pensiun dan diberangkatkan. Lantas akan muncul masalah lagi. Sehingga perlu ada perhitungan ulang kembali,” katanya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan