Sistem Tanam Hidroponik Sinar UV Punya Prospek Hingga Jutaan Rupiah

  • Bagikan
Program hidroponik sinar lampu UV di Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Desa Betet, Kabupaten Nganjuk. (Foto: Dokumen/PLN)
Program hidroponik sinar lampu UV di Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Desa Betet, Kabupaten Nganjuk. (Foto: Dokumen/PLN)

SURABAYA, Tugujatim.id – Urban farming yang aplikatif, menjadi solusi pertanian di lahan terbatas, terutama daerah perkotaan, salah satunya menggunakan sistem pertanian hidroponik sinar UV. Jika ditilik dari segi kalkulator bisnis, sistem ini memberikan prospek yang menjanjikan.

Menurut Asrori, selaku motor dari program hidroponik sinar lampu UV di Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Desa Betet, Kabupaten Nganjuk yang bekerjasama dengan PLN Peduli, menjelaskan pengeluaran biaya tergantung dari skala yang dibutuhkan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Sesuai keterangan yang diperoleh Tugu Jatim, Jumat (23/01/2021), penanaman untuk skala kecil rumah tangga, yaitu 40 lubang, investasi yang dikeluarkan untuk starter kit hidroponik dengan sinar lampu UV sekitar 1,8 juta rupiah dengan biaya operasional setiap kali tanam hanya sebesar 100 ribu rupiah. Berat hasil panen untuk setiap lubang berkisar di angka 200-250 gram.

Artinya, untuk 40 lubang pelaku hidroponik dengan sinar lampu UV dapat memperoleh hasil kurang lebih 10 kg dalam satu kali masa panen dengan harga per kg nya dipasaran mencapai Rp25.000.

Jika dikalkulasikan, Asrori menjelaskan, pelaku hidroponik skala kecil ini, dapat meraup omset kurang lebih Rp 250.000 dalam periode satu kali masa panen. Dalam 1 tahun, pelaku hidroponik dapat melakukan 9-12 kali masa tanam, berbanding lurus dengan frekuensi masa panen. Itu artinya omset yang didapatkan mencapai jutaan rupiah. Hal ini berbeda dengan sistem hidroponik biasa yang masa tanamnya berkisar antara 6-9 kali dengan sistem rotari.

Sedangkan untuk skala hobi dan industri, sistem hidroponik dengan sinar lampu UV ini juga tidak kalah menjanjikan. Sebut saja untuk skala hobi 200 lubang, investasi yang dikeluarkan untuk starter kit kurang lebih 7,5 juta rupiah dengan biaya operasional setiap kali tanam kurang lebih 465 ribu rupiah.

Dari skala tersebut, pelaku hidroponik dapat menghasilkan 50 kg tanaman hidroponik dalam satu kali masa panen atau sekitar Rp 1.250.000 jika dikalkulasikan dalam rupiah. Bila diakumulasikan dalam 1 tahun, pendapatan tersebut sudah bisa menutup biaya investasi yang telah dikeluarkan di awal.

Hal tersebut sama halnya dengan skala industri, investasi yang diperlukan meliputi starter kit hidroponik NFT 2000 lubang dengan sinar lampu UV dan juga Green House berukuran 8×20 m. Biaya yang dikeluarkan oleh pelaku hidroponik dalam investasi ini juga akan berbanding lurus dengan hasil panen yang didapatkan.

Melihat peluang tersebut, hidroponik dengan sinar lampu UV dapat dinyatakan memiliki prospek yang cerah, disamping membangun ketahanan pangan dengan pola hidup sehat, pun dapat bernilai ekonomis.

Sementara, Senior Manager General Affairs PLN UID Jawa Timur, A. Rasyid Naja menyatakan kegembiraannya, bahwa program PLN Peduli yang digagas untuk meningkatkan pemberdayaan petani melalui metode hidroponik dengan sinar lampu UV ini, ternyata telah menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Sesuai visi dan misi PLN, kami akan terus beroperasi memberikan pelayanan ketenagalistrikan yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta peduli terhadap lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik” tuturnya. (Mila Arinda/gg)

Sistem Hidroponik Sinar UV Terbukti Tingkatkan Kualitas Tanaman

  • Bagikan