MALANG, Tugujatim.id – Suasana SDN Plandi 1 Wonosari, Kabupaten Malang, Jatim, kali ini tampak berbeda dari biasanya. Ternyata, para siswa SDN di Gunung Kawi ini siap menjadi peserta Workshop Fotografi yang digelar komunitas fotografi Syukur Njepret pada Senin (15/12/2025).
Kegiatan bersama siswa SDN di Gunung Kawi ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengenalkan dunia fotografi sejak dini kepada siswa sekolah dasar. Mereka pun antusias dan asyik mengikuti workshop dengan memanfaatkan gadget.
Kenalkan Profesi Fotografer
Penyelenggara workshop fotografi sekaligus seorang human interest photographer yang juga bekerja sebagai Humas Poltekkes Putra Indonesia Malang M. Joko Apriyo Putro mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran profesi fotografer terhadap siswa sekolah dasar sejak dini.
“Agar anak-anak mempunyai gambaran cita-cita tentang profesi fotografer,” kata fotografer yang akrab dipanggil Apry ini.

Apry mengatakan, materi yang disampaikan merupakan materi dasar yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
“Materi yang disampaikan fotografi sederhana dengan memberi praktik secara langsung dan belajar tentang angle pengambilan foto,” ujar Apry.
Ketika menyampaikan materi serta mendampingi praktik, Apry dan teman-teman komunitas Syukur Njepret mengalami sedikit tantangan.
“Tantangannya karena mereka awam tentang fotografi jadi harus sabar, tapi mereka sangat antusias untuk belajar,” jelas Apry.
Pentingnya Belajar Fotografi untuk Siswa SD
Apry mengatakan pentingnya belajar fotografi sederhana untuk siswa sekolah dasar.
“Menurut kami, ini sangat penting agar mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang diberikan saat memotret keluarganya sehingga terlihat lebih menarik,” tutur Apry.
Tidak hanya fokus pada siswa, Komunitas Syukur Njepret juga memberi perhatian pada SDN Plandi 1 Wonosari, Kabupaten Malang. Apry menjelaskan alasan komunitas memilih sekolah ini sebagai tempat bakti penyelenggaraan workshop.

“Di samping itu, workshop diselenggarakan di SDN Plandi 1 Wonosari yang terletak di lereng Gunung Kawi karena sekolah ini memiliki jumlah siswa yang sedikit,” jelas Apry.
Dia melanjutkan harapannya kegiatan ini dapat menarik para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD tersebut.
“Hanya terdapat 38 siswa di sekolah tersebut, sehingga dengan adanya kegiatan ini harapannya dapat menarik warga untuk menyekolahkan anaknya di sana,” ujar Apry.
Antusias Siswa SDN Plandi 1 Wonosari
Keantusiasan siswa SDN Plandi 1 Wonosari, Kabupaten Malang, juga dapat dilihat dari aktifnya mereka bertanya pada saat sesi tanya jawab materi.
Selain itu, Apry juga mengatakan keantusiasan mereka dapat dilihat dari kepatuhan mereka untuk membawa gadget sebagai alat fotografi.
“Responsnya sangat baik, mereka membawa gadget untuk memotret,” kata Apry.

Selain itu, Komunitas Syukur Njepret menggandeng Soendari Batik untuk menyelenggarakan workshop di sekolah ini.
“Jadi ada 2 kegiatan sebenarnya, kelas 1-3 mewarna batik, kelas 4-6 fotografi,” ujar Apry.
Apry mengatakan pemilihan kelas tersebut tentunya memiliki pertimbangan.

“Pertimbangannya, kelas 4-6 kami asumsikan sudah menguasai fitur kamera di gadget,” ujar Apry.
Menurut Apry, hasil foto mereka cukup berkesan dan terdapat kompetisi kecil untuk memenangkan hadiah hasil fotografi terbaik.
Tumbuhkan Kreativitas dan Cita-Cita Sejak Dini
Dengan adanya workshop fotografi sederhana ini, Komunitas Syukur Njepret juga dapat membantu menumbuhkan kreativitas serta rasa percaya diri siswa SDN Plandi 1 Wonosari sejak usia dini.
Melalui pengalaman belajar langsung, praktik memotret, hingga kompetisi kecil yang diadakan menjadi momen berharga bagi siswa SDN di Gunung Kawi untuk mengenal dunia fotografi dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik lebih banyak lagi program edukatif di sekolah-sekolah dengan jumlah siswa terbatas, salah satunya di wilayah lereng Gunung Kawi.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, workshop serupa diharapkan mampu membuka wawasan baru, menumbuhkan cita-cita, serta memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan dasar di daerah Kabupaten Malang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang
Editor: Dwi Lindawati








