Siswa Terpapar Covid-19 usai Kunjungan Wisata ke Luar Kota, Disdik Bojonegoro Beri Imbauan Tegas - Tugujatim.id

Siswa Terpapar Covid-19 usai Kunjungan Wisata ke Luar Kota, Disdik Bojonegoro Beri Imbauan Tegas

  • Bagikan
kunjungan wisata.(Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi kunjungan wisata.(Foto: Pexels)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Penyebaran Covid-19 di Bojonegoro mulai terkonfirmasi di lingkungan pendidikan. Hal itu disebabkan beberapa sekolah yang melakukan kunjungan wisata ke luar kota. Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro mengimbau kepada lembaga pendidikan untuk menunda kunjungan wisata ke luar daerah.

“Plt Kepala Dinas Kabupaten Bojonegoro menekankan kepada korwil atau pengawas PAUD, TK, SD, SMP, dan penilik untuk mengawasi wilayahnya masing-masing agar tidak bepergian ke luar kota, baik itu outbound, karya wisata, study tour, dan lain-lainnya,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Nur Sujito yang disampaikan Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Abdul pada Senin (14/02/2022).

Diketahui, sejumlah siswa dari tingkatan TK, SD, SMP, maupun SMA di Bojonegoro tercacat terpapar virus Covid-19 setelah melakukan kunjungan ke luar Kabupaten Bojonegoro.

“Meski PPKM Level 1 boleh melakukan wisata, tapi beberapa siswa itu melakukan rekreasi di luar Kabupaten Bojonegoro yang daerahnya justru membahayakan sehingga mereka terjangkitnya dari luar wilayahnya sendiri,” lanjutnya.

Untuk itu, dia menyarankan apabila ingin melakukan wisata lebih baik di dalam kabupaten. Selain menghindari penyebaran virus Covid-19, juga diharapkan mampu menaikkan pendapatan daerah. Sementara itu, beberapa sekolah yang tercacat siswanya terpapar Covid-19, sudah dilakukan pemeriksaan dengan swab test.

Sedangkan pembelajaran tatap muka (PTM) di Bojonegoro berlangsung 100 persen dengan protokol kesehatan yang ketat, tapi Nur Sujito meminta pihak sekolah untuk selalu waspada dan segera melaporkan apabila ditemukan siswa yang terkonfirmasi Covid-19.

“Maka dari itu harus secepatnya dilaporkan untuk dilakukan tracking,” katanya.

Jika sekolah tersebut tidak memungkinkan untuk melanjutkan PTM 100 atau 50 persen, Nur Sujito melanjutkan, sekolah tersebut harus segera melaporkan ke Dinas Pendidikan Bojonegoro agar segera dilakukan kebijakan untuk kepentingan khalayak luas.

“Maksimalkan tugas satgas Covid di lembaga masing-masing, sementara yang kami tekankan adalah kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas, maka PTM sesuai SE tapi yang sudah masuk laporan diimbau melakukan langkah-langkah selalu koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk progres, lembaga yang kena positif diimbau melakukan proses PTM 50%,” tutupnya.

  • Bagikan