Siti Yayuk Khodijah, Santriwati asal Tuban Jadi Duta Santri Nasional 2021 - Tugujatim.id

Siti Yayuk Khodijah, Santriwati asal Tuban Jadi Duta Santri Nasional 2021

  • Bagikan
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi menyerahkan penghargaan kepada Ubaidillah dan Yayuk Siti Khotijah sebagai Pemenang Duta Santri Nasional 2021. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi menyerahkan penghargaan kepada Ubaidillah dan Yayuk Siti Khotijah sebagai Pemenang Duta Santri Nasional 2021. (Foto: Dokumen)

TUBAN, Tugujatim.id – Momentum Hari Santri Nasional (HNS) 2021 menjadi sangat spesial bagi santriwati asal Kabupaten Tuban, yaitu Siti Yayuk Khodijah, 23. Santriwati asal Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Muhibbin Kecamatan Jatirogo Tuban itu dinobatkan menjadi duta santri pada saat Grand Final Anugerah Duta Santri Nasional (DSN) 2021 di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (21/10/2021).

Selain Yayuk, Ubaidillah, mahasiswi asal Institut Agama Islam Negeri Kediri, ini juga menjadi juara. Keduanya menyisihkan kurang lebih 1.300 peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Yayuk yang juga memiliki prestasi lulusan dengan predikat cum laude ini sebenarnya ikutan ajang tersebut berawal dari ketidaksengajaan. Dia sebelumnya mengikuti pada saat itu mengikuti sebuah webinar tentang “Kiat untuk Mendapatkan Beasiswa S-2 di Luar Negeri”.

Siti Yayuk Khodijah, santriwati asal Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Muhibbin Kecamatan Jatirogo Tuban yang dinobatkan menjadi Duta Santri Nasional 2021 di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (21/10/2021). (Dokumen/Tugu Jatim)
Siti Yayuk Khodijah, santriwati asal Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Muhibbin Kecamatan Jatirogo Tuban yang dinobatkan menjadi Duta Santri Nasional 2021 di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (21/10/2021). (Dokumen)

Nah, pada waktu itu ternyata pematerinya adalah mantan Finalis Duta Santri Nasional 2016. Hingga kemudian di akhir sesi, dia memberikan challenge kepada seluruh peserta webinar tersebut untuk mendaftarkan diri ikut Pemilihan Duta Santri Nasional.

“Oke, saya pun termasuk dari salah satu peserta yang iseng-iseng ikut mendaftar. Kemudian beberapa hari setelah pendaftaran, saya mendapatkan e-mail yang isinya bertuliskan untuk melengkapi berkas-berkas,” kata perempuan yang pernah menjadi Delegation of Seoul Youth Leadership Forum 2021 ini.

Berkas-berkas yang harus dilengkapi seperti KTP, CV, dan sertifikat kejuaraan, surat rekom dari pesantren/lembaga, foto diri, esai, dan video singkat tentang tujuan motivasi ikut Duta Santri. Itu pun awalnya dia nggak ingin mengumpulkan.

Kemudian dia coba mengomunikasikan hal itu ke Bu Nyai. Perempuan yang juga mengajar di pondok tersebut izin kalau mau mendaftar di event Duta Santri Nasional. Dan ternyata Bu Nyai mendukung, malah memberikan semangat.

“Beliau berkata siapa tahu rezekinya saya di situ. Nah, pada akhirnya saya manut dan pada H-1 pendaftaran ditutup, saya baru mengirimkan persyaratan berkas-berkas tersebut,” terangnya.

Kemeriahan acara Duta Santri Nasional 2021 di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (21/10/2021). (Dokumen/Tugu Jatim)
Kemeriahan acara Duta Santri Nasional 2021 di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (21/10/2021). (Dokumen)

Dia mengatakan, seleksinya berjalan ketat hingga terpilih 140 besar peserta yang lolos maju ke babak berikutnya. Dari 140 orang, dipilah lagi jadi 70 peserta yang masuk tahap pitching projects. Dari 70 diseleksi lagi jadi 28 peserta, kemudian masuk tahapan karantina dan semifinal. Dari 28 peserta, lalu diambil lagi 14 peserta yang lanjut pada babak final.

“Tantangan jadi Duta Santri ini juga menjadi semakin berat karena para finalis merupakan orang yang hebat, cerdas, mahir, serta memiliki kelebihan di bidang masing-masing. Bahkan, saya pun sempat merasa insecure karena merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa yang patut untuk dibanggakan,” bebernya.

Dia pun berharap kepada para santri, jadilah santri yang aktif jangan pasif. Baik itu aktif bersosialisasi, aktif bergerak, serta aktif untuk menggali dan mencari informasi ilmu pengetahuan.

“Semoga di Hari Santri pada tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak muncul duta-duta teladan yang lahir dari tanah Tuban Bumi Wali,” harapnya.

  • Bagikan