MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kementerian Kesehatan turun ke lapangan soal insiden dugaan keracunan massal dari salah satu SPPG di Mojokerto, Selasa (13/01/2026).
Kunjungan tim Kementerian Kesehatan ke Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto tersebut menjadi tindak lanjut untuk menelusuri penyebab insiden yang berdampak pada ratusan korban ini.
Berdasarkan keterangan yang diterima, ternyata SPPG Wonodadi tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Meski begitu, pihak pengelola SPPG sudah mengajukan permohonan sertifikat tersebut sembari memenuhi syarat teknis maupun administrasi.
Keterangan dari perwakilan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Izzi Ashari menyebutkan, pengajuan SLHS dapur SPPG tersebut memang telah dilakukan namun beberapa persyaratan masih belum terpenuhi.
“Sudah mengajukan (SLHS) namun beberapa syarat sudah terpenuhi, beberapa juga masih proses,” ungkapnya, Rabu (14/01/2026).
Izzi menambahkan, pengajuan SLHS dari sisi administrasi memang telah masuk. Namun, sertifikat tersebut memang belum diterbitkan oleh pihak yang berwenang.
“Sudah kami cek, mereka sudah mengajukan juga tapi memang belum terbit,” urainya.
Namun, Izzi menjelaskan bahwa tenaga kerja di dapur SPPG Wonodadi, terutama keberadaan tenaga ahli gizi, sudah sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
“Sudah sesuai dengan standar operasional dari BGN,” katanya.
Sebelumnya, dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di salah satu lembaga pendidikan di Mojokerto. Dari informasi yang dihimpun, lebih kurang ratusan pelajar menderita keluhan bermacam-macam, mulai mual, muntah, pusing, hingga diare sejak Jumat (09/01/2026).
Dari keluhan yang timbul tersebut, satu per satu pelajar ini dilarikan menuju fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Gondang untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara, kedatangan pelajar tersebut ke fasilitas kesehatan ini hampir bersamaan, yakni dalam kurun waktu pukul 09.30 hingga 10.00 WIB.
Akibat insiden ini, dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang menyuplai MBG untuk beberapa sekolah harus ditutup sementara.
Dari keterangan yang dihimpun, SPPG ini melayani 20 sekolah dengan total 2.679 porsi setiap harinya. Sementara, insiden dugaan keracunan akibat salah satu menu MBG disinyalir membuat 7 sekolah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








