MOJOKERTO, Tugujatim.id – SPPG di Mojokerto tutup sementara buntut kasus dugaan keracunan di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang menyuplai MBG untuk beberapa sekolah ditutup untuk sementara waktu.
Keterangan yang dihimpun, SPPG ini melayani 20 sekolah dengan total 2.679 porsi setiap harinya. Sementara, insiden dugaan keracunan akibat salah satu menu MBG disinyalir membuat 7 sekolah terdampak.
Keputusan ini diambil setelah pihak Dinkes, Kodim 0815 serta Kepolisian usai melakukan evaluasi menyeluruh.
“Tindak lanjut dari evaluasi dan investigasi,” ujar Kepala Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Mojokerto, Rosidian Prasetyo, melalui keterangan yang diterima, Minggu (11/01/2026).
Meski dari pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pihak SPPG telah melaksanakan program MBG sesuai prosedur yang berlaku, Rosidian masih menunggu hasil evaluasi mendalam, terutama hasil uji laboratorium oleh Dinkes setempat.
“Belum bisa kami simpulkan lebih lanjut, masih menunggu hasil lab dari Dinkes serta kepolisian,” tandasnya.
Terpisah, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh dilakukan setelah insiden ini terjadi.
“Seluruh elemen yang berkaitan dievaluasi mendalam. Hal ini untuk memastikan konsumsi siswa pada masa mendatang,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di salah satu lembaga pendidikan di Mojokerto. Dari informasi yang dihimpun, lebih kurang ratusan pelajar menderita keluhan bermacam-macam, mulai mual, muntah, pusing, hingga diare sejak Jumat (09/01/2026).
Dari keluhan yang timbul tersebut, satu per satu pelajar ini dilarikan menuju fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Gondang untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara, kedatangan pelajar tersebut ke fasilitas kesehatan ini hampir bersamaan, yakni dalam kurun waktu pukul 09.30 hingga 10.00 WIB.
Keterangan dari pihak puskesmas membenarkan adanya peristiwa ini. Sementara, keterangan dari Kepala Puskesmas Gondang, Rohmatun Naja, menyebutkan bahwa tenaga medis kini masih fokus menangani keluhan dari pasien yang sedang membutuhkan penanganan medis.
“Dugaan karena keracunan, mulai masuk pasien itu jam 09.30 sampai 10.00 pagi,” urainya, Sabtu (10/01/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








