Stasiun Kota Baru Malang Hanya Berpenumpang 45 Orang selama Larangan Mudik - Tugujatim.id

Stasiun Kota Baru Malang Hanya Berpenumpang 45 Orang selama Larangan Mudik

  • Bagikan
Suasana ruang tunggu peron di Stasiun Kota Baru Malang selama masa pelarangan mudik 2021 pada Sabtu (08/05/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Suasana ruang tunggu peron di Stasiun Kota Baru Malang selama masa pelarangan mudik 2021 pada Sabtu (08/05/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Meski moda transportasi kereta api (KA) tidak ikut terdampak larangan beroperasi selama Hari Raya Idul Fitri 2021, tapi tidak diikuti dengan lonjakan penumpangnya. Seperti halnya di Terminal Arjosari, suasana sepi juga terasa di Stasiun Kota Baru Malang.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif ikut membenarkan penurunan penumpang kereta api di masa pelarangan mudik ini. Total per Jumat (07/05/2021), hanya ada 45 penumpang.

“Sebelumnya rata-rata keberangkatan untuk kereta jarak jauh bisa sampai 200-300-an orang. Kalau saat ini jika termasuk KA lokal ada 200-an penumpang,” kata dia saat dihubungi awak media.

Luqman menambahkan, sebelumnya juga ada sejumlah penumpang yang ikut membatalkan perjalanan, baik karena tidak ada surat keterangan bekerja maupun untuk kepentingan mendesak.

“Kalau jumlahnya kami belum tahu persis. Mereka batal karena tidak memenuhi syarat, seperti surat keterangan perjalanan,” bebernya.

Luqman mengatakan, kondisi ini juga terjadi di stasiun kota-kota lain seperti di Surabaya dan kota-kota lain. Dalam hal ini, KA jarak jauh yang beroperasi di Stasiun Kota Baru Malang, Luqman mengatakan, hanya ada 2 KA saja, yakni KA Gajayana, Malang- Gambir; dan KA Tawangalun, Malang-Ketapang Banyuwangi.

Khusus untuk penumpang jarak jauh, nanti akan disortir oleh tim verifikasi data di pintu masuk. Bagi penumpang yang telah memenuhi syarat diperbolehkan naik, sementara bagi yang tidak bisa, terpaksa harus di-cancel.

“Namun, untuk kereta lokal alias jarak dekat, calon penumpang tidak perlu menunjukkan surat keterangan perjalanan,” ujarnya.

  • Bagikan