Stok Vaksin Habis, Capaian Vaksinasi di Kota Malang Terhenti di Angka 43 Persen - Tugujatim.id

Stok Vaksin Habis, Capaian Vaksinasi di Kota Malang Terhenti di Angka 43 Persen

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim) vaksin vaksinasi
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang mulai tersendat lantaran kehabisan stok vaksin. Hal ini membuat capaian vaksinasi berhenti di angka 43 persen dari target minimal 70 persen dari total populasi penduduk. Jika 70 persen warga tervaksin, diklaim herd immunity atau kekebalan massal bisa terbentuk.

Hingga kini, Pemkot Malang juga masih menunggu kiriman tambahan vaksin dari pusat. Wali Kota Malang Sutiaji pun membenarkan hal ini bahwa capaian vaksin di Kota Malang terhenti lantaran kehabisan stok.

”Ketersediaan stoknya habis dan rata-rata di daerah lain juga begitu. Ini kita masih proses minta lagi ke pusat,” ungkap Sutiaji, Minggu (25/7/2021).

Lalu kapan datangnya, Sutiaji juga belum bisa memastikan karena stok vaksin yang datang dalam waktu dekat adalah vaksin dosis kedua. Otomatis, perluasan vaksin kepada warga yang belum dapat jadi ikut tersendat.

Sementara, merunut data di Pemprov Jatim, capaian vaksinasi dosis 1 di Kota Malang yakni 34,2 persen alias 288.596 penduduk. Lalu, capaian vaksin dosis kedua masih 7,83 persen atau 66.065 penduduk. Secara capaian vaksinasi, Kota Malang menduduki peringkat ke-7 di Jatim.

Terpisah, menurut Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif hingga sejauh ini sudah ada sekitar 365 ribu dosis yang sudah diberikan. Namun, jumlah itu belum sampai menyasar target 70 persen.

”Kalau targetnya 70 persen dari penduduk ada sekitar 590 atau 600 ribuan warga. Yang sudah kami berikan itu ada 365 ribu dosis dan sebagian besar adalah warga Kota Malang,” jelasnya.

Husnul berharap pasokan vaksin bisa segera datang mengingat banyak juga warga yang hanya terhenti di dosis pertama saja. Jika tidak, maka pembentukan antibodi dalam dirinya tidak maksimal.

”Ya, diharapkan cepat datang karena kalau hanya dosis 1 takutnya tidak stabil. Jadi misal nanti datang kita akan fokuskan memberi layanan suntik dosis kedua,” ujarnya.

  • Bagikan