• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sesi diskusi Program Gender Equality Academy. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Sesi diskusi Program Gender Equality Academy. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Suarakan Isu Gender, Peserta GEA Dilatih Manfaatkan Beragam Platform Media

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Komunitas Averroes Malang terkait Strengthening Womens Active Participation in Democracy through Capacity Building, Training, and Outreach in Malang terus melanjutkan gagasan Program Gender Equality Academy (GEA).

Program untuk memperkuat partisipasi perempuan di ranah publik itu kini menguatkan para peserta dari aspek leadership (kepemimpinan) dan public speaking. Penguatan itu terwujud dalam bentuk workshop pada Sabtu (13/02/2021).

You might also like

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM
Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

20/07/2026 5:01 PM

Dalam workshop itu, peserta diberi tugas untuk merancang materi kampanye terkait isu gender dalam berbagai format media mulai podcast, dialog publik, hingga talkshow.

Sesi workshop merancang materi kampanye kesetaraan gender melalui berbagai platform media. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Sesi workshop merancang materi kampanye kesetaraan gender melalui berbagai platform media. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Fasilitator Tim Pelaksana GEA Urin Laila Sa’adah menuturkan, kemampuan public speaking dari para pegiat gender cukup penting. Sebab, artinya isu gender juga harus memasyarakat sehingga kesadaran gender bisa meluas.

“Jadi, nanti kalau mengadvokasi bisa kuat. Itu penting karena cara publikasi dan sosialisasi isu gender yang baik perlu dibangun sehingga isu-isu kesetaraan gender bisa disampaikan dan diterima khalayak dengan baik pula,” terang dia.

Laila melanjutkan, ada beragam format kegiatan kali ini. Mulai merancang kampanye, membuat video perkenalan diri, hingga menyampaikan pandangan masing-masing peserta terhadap isu kesetaraan gender di sekitarnya.

Selain itu, peserta juga mengikuti diskusi bertajuk “Kiprah dan Kepemimpinan Perempuan di Ruang Publik”. Panelisnya pun kredibel. Mereka adalah Hanik Dwi Martya, perempuan yang menjadi kepala Desa Tunjungtirto, Karangploso. Lalu juga ada aktivis perempuan yang sudah malang melintang di Malang Raya, yakni Happy Budi Febriasih.

Mereka bicara banyak hal soal perjalanan hidup dan kiprah mereka sebagai perempuan di ranah pendidikan, organisasi, keluarga, karir, dan ruang publik.

“Diharapkan, peserta dapat belajar banyak dari hidup dan pengalaman mereka bagaimana menjadi seorang perempuan yang juga punya hak untuk mengakses ranah publik,” tambah dia.

Seperti diketahui, Program GEA merupakan hasil kerja sama Komunitas Averroes dengan Kedutaan Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste. Mereka berupaya untuk terus mengarusutamakan gender di berbagai isu publik. Mengingat, representasi dan partisipasi perempuan di ruang publik masih jauh dari harapan.

Peserta GEA sendiri datang dari beragam kalangan. Mulai aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Sebut saja PC Fatayat NU, Suara Perempuan Desa Kota Batu, Yayasan Paramitra, Forum Anak, Nasyaatul Aidyah, Imawati, dan masih banyak lagi.

Dari pertemuan individu beragam latar belakang itu diharapkan menemukan pola pengarusutamaan gender seperti apa yang efektif dilakukan nantinya. Tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal dan tantangan sesuai semangat zaman.

Diharapkan dari GEA ini lahir semangat kolaborasi dan saling menguatkan antar berbagai elemen masyarakat sehingga tidak terkesan parsial atau bergerak sendiri-sendiri. (azm/ln)

 

Tags: GEAisu genderKota BatuKota Malangprogram GEAsuara perempuan
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Next Post
Kampung Damarwulan, Kediri, yang kian sepi pasca erupsi Gunung Kelud. Tampak rumah warga terdampak erupsi. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Pasca Erupsi Gunung Kelud, Kampung Damarwulan Makin Sepi dan Hanya Dihuni 17 KK

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID