Sumur Srumbung Tuban, Bukti Kesaktian Kanjeng Sunan Bonang lewat Tongkatnya - Tugujatim.id

Sumur Srumbung Tuban, Bukti Kesaktian Kanjeng Sunan Bonang lewat Tongkatnya

  • Bagikan
Sumur Srumbung. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim
Sumur Srumbung yang terletak di dekat Pantai Utara Tuban, tepatnya di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, ini adalah peninggalan sejarah Sunan Bonang. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Tuban memang terkenal dengan wisata religinya. Tak heran jika banyak makam yang diziarahi oleh masyarakat, termasuk makam Sunan Bonang. Selain makam, ternyata Sunan Bonang juga memiliki bukti peninggalan sejarah saat berdakwah di wilayah Kabupaten Tuban. Namanya Sumur Srumbung. Sumur ini terletak di dekat Pantai Utara Tuban, tepatnya di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban.

Sekretaris Yayasan Mabarot Makam Sunan Bonang Hidayaturrohman menceritakan asal usul Sumur Srumbung. Dia mengatakan, kala itu ada seorang pendeta Brahmana asal India yang hendak menemui sang wali. Pendeta tersebut bermaksud hendak mengadu ilmu dan kesaktiannya.

“Sang pendeta mendengar kalau negeri di wilayah timur ini ada seorang yang sakti mandraguna. Pendeta itu ingin bertemu dan mengadu kesaktian,” ujar Gus Dayat, panggilan akrabnya, pada Selasa (05/04/2022).

Sumur Srumbung. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim
Sumur Srumbung menjadi bukti kesaktian Sunan Bonang di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Sesampainya di wilayah perairan laut Tuban, Brahmana ini mengurungkan niatnya karena kitab-kitabnya hilang ditelan ombak di tengah perjalanan. Singkat cerita, pendeta ini bertemu dengan Sunan Bonang dan menceritakan apa yang dialaminya. Tanpa banyak bicara, sang wali menancapkan tongkatnya ke tanah dan menariknya.

“Awalnya dia tidak tahu yang ditemuinya adalah Sunan Bonang. Terus dia menceritakan semuanya,” terangnya.

Tak berselang lama, dari tarikan tongkat itu, keluarlah air yang kian membesar dari lubang bekas pukulan Sunan Bonang. Buku-buku yang hilang ditelan ombak milik sang pendeta Hindu ini pun turut keluar. Melihat kesaktian Sunan Bonang, sang pendeta ini akhirnya masuk Islam dan menjadi muridnya.

“Setelah tahu yang ada di hadapannya sang wali, seketika itu pendeta mengaku kalah dan ingin berguru kepada sang sunan,” ceritanya.

Sumur Srumbung. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim
Kondisi Sumur Srumbung di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Sementara itu, lambat laun sumber air bekas tancapan tongkat tersebut kian membesar. Air tawar terus keluar dari tanah hingga akhirnya berubah menjadi sebuah sumur.

Sunan Bonang pun memerintahkan muridnya itu untuk membuat srumbung atau semacam pagar. Pagar itu dibuat agar air tak meluap terus ke tanah sekaligus menjaga sumber ini.

“Meski terletak di dekat pantai, air yang keluar dari Sumur Srumbung ini tidak terasa asin. Bahkan, saat kemarau panjang sekalipun, sumur dengan kedalaman 3 meter ini tetap mengeluarkan air tawar,” ujarnya.

Hingga sekarang, air yang memancar dari kesaktian Sunan Bonang ini dikenal dengan nama Sumur Srumbung. Air sumur ini dipercaya peziarah memberikan berkah.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan