• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suntari, petani asal Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang sukses membudidayakan melon varietas golden Alisha. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Suntari, petani asal Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang sukses membudidayakan melon varietas golden Alisha. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Suntari, Petani asal Tuban Sukses Budi Daya Melon Golden hingga Raup Rp 250 Juta Per Panen

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – “Usaha tidak akan mengkhianati hasil”, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Suntari, 43, petani asal Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sebab, dia sukses membudidayakan melon varietas golden Alisha yang dilakukan selama 7 tahun hingga meraup untung Rp 250 juta dalam sekali panen. Bagaimanakah kisah perjuangannya?

Suntari menceritakan kisahnya kepada Tugu Jatim saat berjuang untuk dia membudidayakan tanaman buah melon selama kurang lebih tujuh tahun lamanya. Awalnya, dia menanam melon dengan kualitas biasa. Baru sekitar tiga tahun terakhir, dia menggunakan melon golden Alisha. Hasilnya pun luar biasa dan tak disangka-sangka.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

“Alhamdulillah untuk panen kali ini. Luar biasa hasilnya,” ujar Suntari kepada Tugu Jatim, Rabu (20/10/2021).

Hasil panen melon golden Alisha. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Hasil panen melon golden Alisha. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Suntari melanjutkan, panen buah yang juga disebut melon emas ini dianggapnya lebih cepat dan keuntungannya bisa sampai 100%. Meski begitu, risiko mengalami kerugian juga besar jika sampai gagal. Sebab, budi daya melon biayanya juga besar.

“Kalau pas kondisi tanaman bagus, ya dapat untung besar. Sebab, harganya dua kali lipat lebih mahal dibanding melon biasa,” tambah Suntari.

Dia menjelaskan, dirinya membudidayakan melon golden di lahan 7.000 meter persegi. Di lahan tersebut, dia mampu memanen sekitar 25 ton melon dalam sekali panen.

“Harga melon golden di tingkat petani dijual seharga Rp 10.000 per kilo,” terangnya.

Hasil budi daya melon golden Alisha di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Hasil budi daya melon golden Alisha di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Untuk menjaga kesuburan tanah, sesekali dia mengganti tanaman melon dengan tanaman pangan, seperti padi, jagung, maupun tanaman palawija.

“Mungkin dalam 2 tahun saya tanami palawija satu kali saja,” terangnya.

Untuk pemasaran hasil panennya, dia tidak merasa kesulitan. Sebab, dia telah memiliki pasar tersendiri dan menjalin kerja sama dengan Sunpride Jakarta.

“Mereka mengambil hasil panennya ke Tuban. Hasilnya dipasarkan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Meski begitu, dia pun pernah merasakan mengalami kegagalan berkali-kali dalam berbisnis tanaman buah ini. Namun, dia tidak menganggap situasi tersebut sebuah keterpurukan, tapi sebagai cambuk untuk terus belajar meraih kesuksesan.

“Intinya, kerja keras, usaha, dan jangan pernah lupa untuk berdoa. Apa pun hasilnya, harus tetap bersyukur,” pesannya.

Tags: Budi Daya melon goldenKabupaten TubanMelon golden AlishapetaniPetani melon
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Ketua Jaringan Petani Nasional Kota Batu Juni Purnomo tengah menunjukkan stok tanaman hiasnya. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mulai Langka, Stok Pasokan Ekspor Tanaman Hias dari Kota Batu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID